Example 728x250
BeritaDaerah

Respon Cepat Pemprov: Jembatan Bailey Jadi Solusi Sementara di Tengah Bencana Banjir Konut

337
×

Respon Cepat Pemprov: Jembatan Bailey Jadi Solusi Sementara di Tengah Bencana Banjir Konut

Sebarkan artikel ini

KONAWE UTARA  – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, meresmikan penggunaan Jembatan Bailey di Desa Sambandete, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Jumat, 25 Juli 2025. Jembatan darurat ini dibangun sebagai respons cepat atas rusaknya infrastruktur akibat banjir yang kerap memutus akses jalan utama di wilayah tersebut.

Peresmian jembatan turut dihadiri Ketua DPRD Sultra, unsur Forkopimda Provinsi dan Kabupaten, Bupati Konut, Ketua Tim Penggerak PKK Konut, Kepala OPD Provinsi Sultra, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Sultra, Kepala Balai Wilayah Sungai IV, serta tokoh masyarakat, camat, lurah, dan warga setempat.

Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra, Martin Effendi Patulak, dalam laporannya menyebutkan pembangunan Jembatan Bailey dilakukan berdasarkan tiga dasar hukum, yakni:

1. Instruksi langsung Gubernur Sultra saat peninjauan lapangan,

2. SK Bupati Konawe Utara Nomor 221 Tahun 2025 tentang Status Siaga Bencana,

3. Hasil review Inspektorat Provinsi Sultra.

Jembatan tersebut dibangun untuk:

Memulihkan konektivitas antarwilayah,

Menjamin kelancaran distribusi logistik,

Menunjang pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Bailey merupakan bentuk nyata kehadiran dan komitmen pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.

“Sebulan lalu, akses jalan di titik ini benar-benar lumpuh akibat banjir. Warga bahkan harus menggunakan rakit untuk menyeberang. Melihat kondisi itu, kami segera turun dan memutuskan untuk bertindak cepat. Hari ini, jembatan darurat ini resmi digunakan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara instansi pusat dan daerah, termasuk Balai, Korem, Polda, dan Pemerintah Kabupaten Konut. Gubernur mengungkapkan bahwa meskipun sempat muncul kekhawatiran jembatan harus didatangkan dari luar provinsi, ternyata stok Jembatan Bailey tersedia di wilayah sendiri dan langsung bisa dimanfaatkan.

“Alhamdulillah, berkat dukungan dana Belanja Tidak Terduga (BTT), kita bisa bangun jembatan ini dalam waktu cepat. Kalau pun tidak ada anggaran, saya pribadi siap bantu karena ini soal keselamatan warga,” tegasnya.

Meski bersifat sementara, Gubernur menyatakan bahwa jembatan permanen telah direncanakan pembangunannya pada tahun 2026 dengan estimasi anggaran sekitar Rp60 miliar. Ia berharap jembatan darurat ini dapat dimanfaatkan secara optimal sambil menanti pembangunan permanen.

“Gunakan jembatan ini sebaik-baiknya. Ini bukan hanya penghubung antarwilayah di Sultra, tapi juga menjadi jalur penting lintas provinsi menuju Sulawesi Tengah,” tambahnya.

Jembatan Bailey yang dibangun memiliki panjang total 51 meter, terdiri dari tiga segmen, dan dikerjakan dalam waktu 75 hari kalender. Anggaran pembangunan mencapai Rp3,191 miliar, bersumber dari dana BTT APBD Provinsi Sultra. Material jembatan dipasok oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Sultra.

Jembatan ini dinyatakan aman untuk kendaraan roda dua dan roda empat dengan kapasitas maksimal 25 ton. Pemakaian perdana dilakukan secara simbolis oleh Gubernur setelah acara peresmian.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, saya nyatakan Jembatan Kota Maju Asera dapat digunakan. Selamat atas peresmian penanganan darurat ruas Landawe–Kota Maju Asera.”

Pemerintah Provinsi Sultra berharap jembatan ini dapat meningkatkan mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang dan pelayanan publik, serta menjadi solusi cepat dalam menghadapi bencana banjir di masa mendatang. (ADV)