KENDARI – Memasuki hari-hari awal Ramadhan 1447 Hijriah, geliat ekonomi masyarakat Kota Kendari mulai terasa dengan hadirnya Spot Kuliner Ramadhan 2026 x Recto Festival yang digelar di Pelataran Parkir GOR Apriyani Rahayu, Minggu (22/2/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu pusat aktivitas warga dalam mengisi waktu menjelang berbuka puasa sekaligus mendorong perputaran ekonomi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Sejak sore hari, ratusan pengunjung tampak memadati area festival. Beragam menu khas Ramadhan tersaji di puluhan stan yang berjejer rapi. Mulai dari makanan tradisional seperti barongko, kolak, pisang ijo, hingga berbagai kue-kue basah khas daerah yang menjadi favorit masyarakat. Selain itu, tersedia pula minuman segar, aneka gorengan, serta hidangan kekinian yang banyak digemari kalangan anak muda.
Kehadiran festival ini menjadi alternatif destinasi ngabuburit yang nyaman dan tertata bagi masyarakat Kendari. Selain berburu takjil untuk berbuka puasa, pengunjung juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkumpul bersama keluarga, sahabat, maupun rekan kerja sambil menikmati suasana Ramadhan yang hangat dan penuh kebersamaan.
Tidak hanya sekadar ajang jual beli kuliner, kegiatan ini juga menghadirkan ruang interaksi dan kolaborasi antar pelaku usaha, komunitas kreatif, serta generasi muda. Konsep festival yang dikemas dengan sentuhan hiburan dan kreativitas membuat acara ini diminati berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga keluarga.
Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara, Ridwan Badallah, yang hadir mewakili Gubernur Sultra, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan seperti ini mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat, khususnya bagi para pelaku UMKM yang memanfaatkan momentum Ramadhan untuk meningkatkan pendapatan.

“Event seperti ini sangat positif karena langsung menyentuh pelaku UMKM. Perputaran ekonomi terjadi, masyarakat terbantu, dan suasana Ramadhan pun semakin hidup. Ini bentuk sinergi yang baik antara penyelenggara, pelaku usaha, dan pemerintah dalam mendorong ekonomi masyarakat,” ujar Ridwan.
Menurutnya, sektor kuliner merupakan salah satu bagian penting dalam pengembangan pariwisata daerah. Oleh karena itu, kegiatan berbasis ekonomi kreatif seperti festival kuliner Ramadhan perlu terus didorong dan dikembangkan agar menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Ridwan juga menilai bahwa momentum Ramadhan selalu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, kehadiran event seperti Spot Kuliner Ramadhan menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen secara langsung.
“Ramadhan adalah momentum yang sangat baik untuk menggerakkan ekonomi rakyat. Jika dikelola dengan baik melalui kegiatan seperti ini, maka dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.
Selain menghadirkan beragam kuliner, Recto Festival juga diramaikan dengan berbagai hiburan yang menambah daya tarik pengunjung. Penampilan musik religi, atraksi seni dari komunitas lokal, serta berbagai aktivitas interaktif membuat suasana festival semakin meriah dan hidup.
Lampu-lampu dekorasi yang menghiasi area festival turut menambah nuansa hangat Ramadhan, sehingga menjadikan lokasi tersebut sebagai salah satu titik favorit masyarakat untuk menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, Spot Kuliner Ramadhan 2026 x Recto Festival diharapkan tidak hanya menjadi agenda musiman selama bulan Ramadhan, tetapi dapat berkembang menjadi event tahunan yang lebih besar dan terorganisir.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan mampu memperkuat posisi Kota Kendari sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi kreatif dan wisata kuliner di Sulawesi Tenggara, sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk berkembang dan berdaya saing.
Laporan: Redaksi













