KENDARI – Menindaklanjuti arahan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka, Pemerintah Provinsi Sultra bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan menggelar inspeksi mendadak (sidak) dan monitoring harga bahan pokok di sejumlah wilayah strategis, dimulai dari Kota Kendari.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Satgas Pangan, Satuan Tugas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026. Sidak terpadu berlangsung selama tiga hari, sejak 5 hingga 7 Februari 2026, dan dipimpin langsung oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sultra.
Sidak tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Sultra, di antaranya Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan. Selain itu, kegiatan ini juga didukung oleh Perum Bulog, Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta Tenaga Ahli Menteri Pertanian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Ari Sismanto, mengatakan monitoring dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan strategis tetap aman, harga terjangkau, serta mutu pangan sesuai standar yang ditetapkan.
“Pengawasan ini merupakan tindak lanjut arahan Bapak Gubernur Andi Sumangerukka agar pemerintah daerah mengambil langkah-langkah preventif terhadap potensi pelanggaran distribusi, keamanan, dan mutu pangan, khususnya menjelang meningkatnya kebutuhan pangan pada bulan suci Ramadhan 2026,” ujar Ari Sismanto, Senin (9/2/2026).
Operasi Saber Pangan menyasar sejumlah pasar tradisional, distributor, dan pelaku usaha pangan di Kota Kendari serta Kabupaten Konawe Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan rutin pemerintah yang diintensifkan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan guna mengantisipasi lonjakan permintaan dan fluktuasi harga.
Adapun titik pengawasan utama meliputi Pasar Baruga dan Pasar Anduonohu di Kota Kendari, serta Pasar Ranomeeto di Kabupaten Konawe Selatan. Pasar-pasar tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam rantai distribusi pangan di Sultra.
Selain pasar, pengawasan juga difokuskan pada komoditas pangan yang rawan mengalami gejolak harga, seperti beras, telur ayam ras, dan minyak goreng. Sejumlah distributor telur ayam dipantau untuk memastikan ketersediaan stok, sementara distributor beras dan minyak goreng turut diperiksa guna mencegah terjadinya kelangkaan maupun praktik penimbunan.
Berdasarkan hasil pemantauan, Ari Sismanto menyebutkan bahwa secara umum ketersediaan pangan strategis di Sultra masih dalam kondisi aman. Namun demikian, Satgas menemukan beberapa komoditas yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Pembelian (HAP), di antaranya minyak goreng subsidi Minyakita, beras, dan bawang putih.
“Dengan stok yang tersedia cukup, tidak ada alasan bagi pelaku usaha menjual di atas HET atau HAP. Karena itu, Satgas memberikan imbauan kepada pedagang eceran serta teguran kepada distributor yang terbukti melanggar,” tegasnya.
Ia menambahkan, Satgas Pangan Sultra akan terus mengawal stabilitas harga, ketersediaan pasokan, serta keamanan pangan strategis agar masyarakat dapat menjalani ibadah puasa Ramadhan dengan aman, tenang, dan nyaman.
Laporan : Redaksi













