Example 728x250
BeritaDaerah

Perkuat Ketahanan Pangan, BWS Sulawesi IV Rampungkan Bendung Laiba di Muna

32
×

Perkuat Ketahanan Pangan, BWS Sulawesi IV Rampungkan Bendung Laiba di Muna

Sebarkan artikel ini

MUNA – Di tengah tantangan krisis pangan global dan perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi, Kabupaten Muna mengambil langkah strategis dengan memperkuat infrastruktur sumber daya air. Bendung dibangun, jaringan irigasi diperbaiki, dan suplai air diperkuat sebagai fondasi menjaga ketahanan pangan daerah.

Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari melaksanakan pembangunan dan rehabilitasi tiga bendung, yakni pembangunan baru Bendung Laiba serta peningkatan Bendung Labulu-Bulu dan Bendung Kolasa. Ketiga infrastruktur tersebut menjadi simpul penting sistem irigasi bagi Kecamatan Parigi dan Kabawo, dua wilayah yang selama ini sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Bendung Laiba telah dinyatakan rampung 100 persen dan dirancang untuk mengairi lahan persawahan seluas 615,84 hektare. Luasan tersebut memiliki arti strategis bagi perekonomian Muna yang masih ditopang sektor pertanian.

Humas BWS Sulawesi IV Kendari, Rahmat, menjelaskan bahwa pembangunan dan rehabilitasi bendung merupakan bagian dari upaya penguatan infrastruktur sumber daya air untuk mendukung ketahanan pangan serta pengelolaan air yang lebih berkelanjutan.

“Ketiga bendung ini diproyeksikan memperkuat suplai air irigasi di Parigi dan Kabawo. Dengan sistem yang lebih baik, distribusi air diharapkan lebih stabil dan merata,” ujar Rahmat, Jumat (13/2/2026).

Selain menunjang produktivitas pertanian, infrastruktur tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengendalian banjir serta penyediaan air baku bagi masyarakat. Peningkatan kapasitas tampungan air diharapkan mampu menjaga ketersediaan air sepanjang tahun, termasuk saat musim kemarau panjang atau curah hujan tinggi.

Pembangunan ini sejalan dengan program prioritas nasional dalam kerangka Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu agenda utama. Implementasi di daerah diwujudkan melalui pembangunan fisik seperti bendung, pintu air, serta rehabilitasi jaringan irigasi.

Meski Bendung Laiba telah rampung, penguatan sistem irigasi masih akan berlanjut. Pada tahun 2026, direncanakan pembangunan jaringan irigasi lanjutan untuk mengoptimalkan distribusi air ke seluruh lahan persawahan yang menjadi target layanan. Hal ini bertujuan memastikan manfaat bendung dapat dirasakan secara maksimal oleh para petani.

Tokoh pemuda Muna, Tayeb, menilai pembangunan bendung menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Menurutnya, keberadaan infrastruktur air memberikan kepastian bagi petani dalam mengelola musim tanam.

“Pembangunan bendung ini penting untuk menjaga ketersediaan air sepanjang tahun. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat, terutama petani,” ujarnya.

Tayeb juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae serta Bupati Muna Bachrun Labuta yang turut meninjau langsung progres pembangunan.

“Kami mengapresiasi perhatian yang diberikan sehingga proyek dari Kementerian PUPR dapat terealisasi di Bumi Sowite. Dampaknya nyata bagi masyarakat dan mendukung kemajuan daerah,” katanya.

Dengan beroperasinya Bendung Laiba dan peningkatan dua bendung lainnya, Kabupaten Muna kini memiliki infrastruktur yang lebih kuat untuk menopang sektor pertanian. Ketahanan pangan yang kerap menjadi isu nasional mulai diwujudkan dalam bentuk nyata: pasokan air yang lebih terjamin, pola tanam yang lebih terukur, dan produktivitas yang berpotensi meningkat.

Di Parigi dan Kabawo, bendung bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi fondasi menuju stabilitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat yang lebih berkelanjutan.

Laporan : Kahar