Example 728x250
BeritaDaerah

Ketua ESCO Butur: Keputusan Musda Partai Buruh Berpotensi Membuka Jalan Partai Mati Suri

31
×

Ketua ESCO Butur: Keputusan Musda Partai Buruh Berpotensi Membuka Jalan Partai Mati Suri

Sebarkan artikel ini

KENDARI – Dinamika internal Partai Buruh Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali mencuat pasca pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar baru-baru ini. Ketua Executive Committee (ESCO) Kabupaten Buton Utara (Butur) secara terbuka menyampaikan pandangannya terkait hasil Musda yang dinilainya belum sepenuhnya mencerminkan semangat kebangkitan dan konsolidasi partai.

Menurutnya, keputusan-keputusan strategis yang dihasilkan dalam forum tersebut justru berpotensi membuka “pintu jalan” bagi kondisi partai yang semakin mati suri apabila tidak segera disertai langkah konkret dan terukur dalam pembenahan organisasi.

“Musda seharusnya menjadi momentum evaluasi total sekaligus titik balik kebangkitan Partai Buruh di Sultra. Jika hasilnya tidak mampu menjawab persoalan mendasar yang selama ini dihadapi, maka kita khawatir partai justru akan semakin melemah,” ujarnya. Jumat 13/02/2025.

Ia menegaskan bahwa tantangan utama Partai Buruh di daerah bukan hanya pada persoalan struktur kepengurusan, melainkan pada lemahnya konsolidasi internal dan minimnya aktivitas politik yang menyentuh langsung basis konstituen, khususnya kalangan buruh, pekerja informal, dan masyarakat kecil.

Sebagai partai yang lahir dari semangat gerakan, kata dia, Partai Buruh semestinya tampil konsisten dalam memperjuangkan isu-isu ketenagakerjaan, upah layak, jaminan sosial, dan perlindungan pekerja. Tanpa advokasi nyata dan gerakan yang terorganisir, identitas ideologis partai akan semakin pudar di mata publik.

Lebih jauh, Baharudin juga menyoroti belum optimalnya pembentukan dan pengaktifan struktur kepengurusan hingga ke tingkat kabupaten/kota. Di sejumlah daerah, struktur partai disebut belum berjalan efektif, bahkan ada yang tidak aktif menjelang momentum politik sebelumnya.

“Kalau mesin partai di tingkat bawah tidak bergerak, bagaimana kita mau bicara soal ekspansi elektoral? Konsolidasi harus dimulai dari bawah. Kader harus kembali dikuatkan, diberi ruang, dan dilibatkan dalam agenda-agenda perjuangan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas internal pasca-Musda. Perbedaan pandangan dalam forum organisasi, menurutnya, merupakan hal yang wajar dalam demokrasi partai. Namun, apabila tidak dikelola dengan baik, perbedaan tersebut dapat berkembang menjadi konflik berkepanjangan yang berpotensi memecah konsentrasi perjuangan.
Sejumlah pengamat politik lokal menilai kritik yang disampaikan Ketua ESCO Butur tersebut merupakan refleksi dari kegelisahan kader di daerah. Partai berbasis ideologi, seperti Partai Buruh, sangat bergantung pada kekuatan gerakan akar rumput dan konsistensi dalam memperjuangkan isu-isu kerakyatan. Tanpa fondasi itu, partai akan kesulitan mempertahankan eksistensinya dalam peta politik daerah.

Secara elektoral, Partai Buruh di Sultra memang masih menghadapi tantangan besar. Perolehan suara yang belum signifikan serta minimnya representasi di lembaga legislatif menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.

Musda, yang diharapkan menjadi momentum restrukturisasi dan pembaruan strategi, kini justru memunculkan perdebatan internal.
Meski demikian, Ketua ESCO Butur menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya bukan untuk melemahkan kepengurusan hasil Musda, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan komitmen terhadap masa depan partai.

“Kita semua ingin Partai Buruh besar dan menjadi kekuatan politik yang benar-benar membela kaum pekerja. Karena itu, hasil Musda harus ditindaklanjuti dengan kerja nyata, bukan hanya berhenti pada keputusan administratif,” katanya.

Ke depan, publik dan kader internal menanti langkah konkret dari kepengurusan baru. Apakah akan ada agenda konsolidasi menyeluruh, pembenahan struktur, serta penguatan basis massa di sektor-sektor pekerja? Atau justru partai akan terjebak dalam stagnasi yang berkepanjangan?

Musda memang telah usai, namun perjalanan sesungguhnya baru dimulai. Nasib Partai Buruh Sultra akan sangat ditentukan oleh kemampuan seluruh elemen partai dalam menjaga soliditas, membangun kembali kepercayaan publik, serta menghadirkan kerja-kerja politik yang nyata dan berpihak pada rakyat. Jika tidak, kekhawatiran akan kondisi “mati suri” bukanlah hal yang mustahil terjadi.

Laporan : Redaksi