Example 728x250
BeritaDaerah

Memasuki tahun 2026, Gubernur Sultra komitmen memperkuat Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih

82
×

Memasuki tahun 2026, Gubernur Sultra komitmen memperkuat Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) menggelar Zikir dan Doa Bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru 2026.

KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) menggelar Zikir dan Doa Bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dilaksanakan di Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Rabu malam (31/12/2025), dan dihadiri jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta masyarakat.

Zikir dan doa akhir tahun ini menjadi momentum refleksi bersama atas perjalanan pembangunan Sulawesi Tenggara sepanjang tahun 2025. Dalam suasana penuh kekhusyukan, Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menyampaikan pesan reflektif yang menekankan pentingnya evaluasi, rasa syukur, serta penguatan komitmen dalam membangun daerah ke depan.

Menurut Gubernur, pergantian tahun bukan sekadar perubahan angka kalender, melainkan kesempatan untuk menilai secara jujur apa yang telah dicapai dan apa yang masih perlu diperbaiki. Ia menyebut bahwa sepanjang 2025, Sulawesi Tenggara telah melalui berbagai dinamika, baik dalam pembangunan daerah maupun dalam menghadapi dampak tantangan ekonomi global.

“Kita telah melewati tahun 2025 dengan berbagai capaian, tantangan, ujian, dan pembelajaran. Semua itu menjadi bagian dari proses pembangunan Sulawesi Tenggara. Keberhasilan patut kita syukuri bersama, sedangkan kekurangan dan kesalahan harus kita jadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki langkah ke depan,” ujar Gubernur.

Ia menegaskan bahwa refleksi akhir tahun penting dilakukan agar penyelenggaraan pemerintahan semakin berkualitas, bersih, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Pemerintah daerah, kata dia, harus terus meningkatkan kinerja serta memastikan setiap kebijakan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Menatap tahun 2026, Gubernur Andi Sumangerukka menyampaikan harapan agar pembangunan di Sulawesi Tenggara semakin inklusif dan merata. Ia menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi daerah yang berkeadilan, peningkatan kualitas pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan tetapi juga membentuk karakter generasi muda, serta pelayanan kesehatan yang mampu menjangkau hingga wilayah pelosok dan kepulauan.

“Pembangunan harus dirasakan oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Pemerintah harus hadir memastikan akses pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik dapat dinikmati secara adil oleh semua lapisan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur juga menaruh perhatian besar terhadap penguatan persatuan dan kebersamaan masyarakat Sulawesi Tenggara. Menurutnya, nilai-nilai religius, toleransi, dan gotong royong merupakan modal sosial yang sangat penting dalam menjaga stabilitas daerah dan mendorong pembangunan berkelanjutan.

“Mari kita sambut tahun baru 2026 dengan semangat baru, optimisme, serta sinergi dan komitmen yang kuat. Dengan persatuan dan kebersamaan, kita wujudkan Sulawesi Tenggara yang aman, sejahtera, dan religius,” tambahnya.

Kegiatan zikir dan doa bersama ini turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tenggara, Ny. Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka, unsur Forkopimda Provinsi Sultra, pimpinan dan pengurus organisasi keagamaan, di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara, serta tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Melalui kegiatan spiritual ini, Pemprov Sultra menegaskan komitmennya untuk membangun daerah secara menyeluruh, tidak hanya melalui pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga dengan memperkuat nilai-nilai spiritual, kemanusiaan, dan kebersamaan sebagai fondasi menuju Sulawesi Tenggara yang maju, aman, dan berkeadilan. (KM)