BUTON UTARA — Warga Desa Laeya, Kecamatan Wakorumba Utara, Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara, menemukan sebuah kapal viber dalam kondisi tanpa pemilik saat sedang melaut di perairan setempat, Jumat (2/1/2026). Penemuan tersebut sontak menghebohkan warga dan nelayan karena kapal ditemukan mengapung sendirian di tengah laut tanpa awak maupun identitas yang jelas.
Kapal viber itu pertama kali terlihat oleh sejumlah warga Desa Laeya yang sedang melakukan aktivitas melaut. Saat didekati dan diperiksa, tidak ditemukan seorang pun di dalam kapal. Kondisi kapal juga tampak ditinggalkan begitu saja, sehingga menimbulkan tanda tanya terkait asal-usul dan pemiliknya.
Salah seorang warga yang ikut menemukan kapal tersebut mengatakan, saat itu mereka sempat ragu apakah kapal tersebut sengaja ditinggalkan atau mengalami gangguan di tengah laut.
“Kami menemukan kapal tersebut di tengah laut tanpa ada pemiliknya. Setelah kami cek, memang kosong, tidak ada orang sama sekali di dalam kapal,” ujarnya.

Karena khawatir kapal tersebut hanyut lebih jauh dan berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran nelayan lainnya, warga akhirnya berinisiatif membawa kapal viber tersebut ke pesisir pantai Desa Laeya. Upaya itu dilakukan secara gotong royong dengan menarik kapal hingga ke bibir pantai.
Setelah kapal berhasil diamankan di pesisir pantai, warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa setempat. Pemerintah Desa Laeya langsung melakukan pengecekan awal dan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk aparat keamanan, untuk menindaklanjuti penemuan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti pemilik kapal viber tersebut maupun alasan kapal ditinggalkan di tengah laut. Pihak desa dan aparat keamanan masih menunggu laporan dari pihak yang merasa kehilangan kapal, sekaligus melakukan upaya penelusuran agar kapal tersebut dapat dikembalikan kepada pemiliknya secara sah.
Warga Desa Laeya berharap pihak berwenang dapat segera menindaklanjuti kasus ini agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat, serta memastikan keamanan aktivitas pelayaran dan nelayan di wilayah perairan Kecamatan Kulisusu Barat, Kabupaten Buton Utara. (Baharudin)













