JAKARTA – Partai Buruh resmi menggelar Kongres ke-5 sebagai forum tertinggi organisasi yang menjadi momentum strategis dalam memperkuat konsolidasi internal serta meneguhkan sinergi antara kepengurusan pusat dan daerah.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Sport Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan dihadiri pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP), perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), serta delegasi organisasi serikat pekerja dari berbagai provinsi di Indonesia.
Kongres ke-5 Partai Buruh tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga ruang strategis untuk mengevaluasi kinerja partai, merumuskan arah kebijakan politik, serta menyatukan visi perjuangan dalam menghadapi dinamika ketenagakerjaan dan tantangan sosial ekonomi nasional. Salah satu fokus utama kongres ini adalah memperkuat hubungan pusat dan daerah agar seluruh gerak dan langkah partai berjalan selaras, terkoordinasi, dan efektif.

Presiden Partai Buruh, Ir. H. Said Iqbal, dalam sambutannya menegaskan bahwa soliditas antara kepengurusan pusat dan daerah merupakan kekuatan utama Partai Buruh dalam memperjuangkan kepentingan kaum pekerja dan rakyat kecil. Menurutnya, struktur daerah memiliki peran sentral karena bersentuhan langsung dengan realitas persoalan buruh di lapangan, mulai dari upah, jaminan sosial, hingga perlindungan tenaga kerja.
“Kongres ini harus menjadi titik penguatan persatuan dan kesatuan partai. Sinergi pusat dan daerah bukan hanya soal struktur, tetapi juga kesamaan visi dan semangat perjuangan. Aspirasi buruh di daerah harus menjadi pijakan utama dalam setiap kebijakan partai di tingkat nasional,” tegas Said Iqbal.
Ia menambahkan, hubungan pusat dan daerah yang harmonis akan mendorong terbangunnya komunikasi dua arah yang sehat. Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan tidak bersifat top-down, tetapi lahir dari kebutuhan riil buruh dan masyarakat di daerah. Partai Buruh, lanjutnya, ingin memastikan setiap program perjuangan partai benar-benar menjawab persoalan ketenagakerjaan yang dihadapi rakyat.
Selain membahas penguatan sinergi organisasi, Kongres ke-5 Partai Buruh juga menyoroti pentingnya kaderisasi dan penguatan struktur di daerah. Upaya ini dinilai krusial untuk meningkatkan kapasitas kader dalam melakukan advokasi, pendidikan politik, serta pengawalan kebijakan publik yang berkaitan dengan kesejahteraan buruh.
Para delegasi daerah dalam kongres tersebut menyambut baik agenda penguatan sinergi pusat dan daerah. Mereka menilai forum kongres menjadi ruang dialog yang konstruktif untuk menyampaikan aspirasi, pengalaman, serta tantangan perjuangan buruh di masing-masing wilayah.
Melalui pelaksanaan Kongres ke-5 ini, Partai Buruh optimistis dapat semakin memperkokoh persatuan internal, memperluas basis perjuangan, serta tampil sebagai kekuatan politik alternatif yang konsisten memperjuangkan keadilan sosial, perlindungan tenaga kerja, dan peningkatan kesejahteraan rakyat di seluruh Indonesia. (BHR)













