Example 728x250
BeritaDaerahInternasional

Ekspor Langsung Perdana Sultra ke China Resmi Diluncurkan, Kendari New Port Perkuat Daya Saing Global

102
×

Ekspor Langsung Perdana Sultra ke China Resmi Diluncurkan, Kendari New Port Perkuat Daya Saing Global

Sebarkan artikel ini
Ketkam : Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menorehkan capaian strategis dalam penguatan ekonomi daerah dengan melepas ekspor langsung perdana menuju Pelabuhan Lianyunggang, China, dari Kendari New Port (KNP), Rabu (28/1/2026).

KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menorehkan capaian strategis dalam penguatan ekonomi daerah dengan melepas ekspor langsung perdana menuju Pelabuhan Lianyunggang, China, dari Kendari New Port (KNP), Rabu (28/1/2026). Langkah ini menandai babak baru keterhubungan Sulawesi Tenggara dengan jaringan perdagangan internasional sekaligus mempertegas kesiapan daerah dalam mendukung ekspor berorientasi global.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa pelaksanaan ekspor langsung ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemprov Sultra dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, berdaya saing, dan ramah bagi pelaku usaha. Menurutnya, kehadiran Kendari New Port menjadi infrastruktur kunci yang menopang kelancaran arus barang dan jasa dari Sultra menuju pasar dunia.

“Ekspor langsung ini menunjukkan bahwa infrastruktur pelabuhan, sistem logistik, serta layanan kepelabuhanan di Sultra semakin siap dan efisien. Ini adalah bukti bahwa Sultra mampu bersaing dan berperan aktif dalam perdagangan global,” ujar Gubernur Andi Sumangerukka.

Ia menambahkan, Kendari New Port yang dirancang sebagai pelabuhan peti kemas modern telah membuka akses perdagangan internasional yang lebih luas bagi produk unggulan daerah. Dengan adanya ekspor langsung tanpa harus melalui pelabuhan besar di daerah lain, rantai distribusi dapat dipersingkat sehingga biaya logistik menjadi lebih rendah, waktu pengiriman lebih cepat, dan daya saing produk Sultra semakin meningkat.

Gubernur juga menekankan bahwa keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan nilai ekspor, tetapi juga diharapkan mampu mendorong tumbuhnya industri berbasis ekspor, meningkatkan minat investasi, serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.

Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Sultra, Sukanto Toding, menjelaskan bahwa ekspor langsung ke China ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan produktivitas ekspor dan memperluas pangsa pasar produk Sultra di tingkat internasional.

Ia mengungkapkan, total volume ekspor yang dikirimkan pada ekspor perdana ini mencapai 1.015 ton dengan nilai transaksi sebesar Rp49,27 miliar atau setara USD 2,946 juta. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 8,4 persen dibandingkan periode sebelumnya, yang mencerminkan tren positif kinerja ekspor Sulawesi Tenggara.

Menurut Sukanto, meningkatnya volume dan nilai ekspor ini juga menjadi indikator meningkatnya kepercayaan mitra dagang internasional terhadap kualitas dan kontinuitas produk asal Sultra. Pemerintah daerah, kata dia, terus mendorong pembinaan pelaku usaha, penguatan standar mutu, serta perluasan jejaring pasar agar ekspor Sultra terus tumbuh secara berkelanjutan.

Pemprov Sultra optimistis, keberhasilan ekspor langsung perdana ke China ini akan menjadi pijakan penting bagi pengembangan jalur ekspor ke negara-negara lain. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, kebijakan yang pro-bisnis, serta sinergi lintas sektor, Sulawesi Tenggara diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu simpul perdagangan dan logistik di kawasan timur Indonesia, sekaligus berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (JALDIN)