Example 728x250
BeritaDaerah

Ketua LPKP Sultra: Belum Genap Setahun, Gubernur Andi Sumangerukka Tunjukkan Keseriusan Bangun Sulawesi Tenggara

34
×

Ketua LPKP Sultra: Belum Genap Setahun, Gubernur Andi Sumangerukka Tunjukkan Keseriusan Bangun Sulawesi Tenggara

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Ketua Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik Sulawesi Tenggara (LPKP Sultra) Laode Tuangge.

SULTRA – Kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, meskipun belum genap satu tahun berjalan, telah menunjukkan arah perubahan yang nyata dan patut diapresiasi. Sejumlah kebijakan serta langkah strategis yang diambil memperlihatkan keseriusan pemerintah provinsi dalam menjawab berbagai persoalan mendasar yang selama bertahun-tahun terabaikan.

Dalam refleksi perjalanan pemerintahan saat ini, terlihat jelas bahwa perhatian Gubernur Andi Sumangerukka terhadap pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama. Jalan-jalan poros provinsi yang selama puluhan tahun tidak tersentuh perbaikan oleh pemerintahan sebelumnya, kini mulai dieksekusi secara bertahap. Perbaikan tersebut tidak hanya bersifat simbolik, tetapi benar-benar menyasar jalur-jalur vital yang menjadi urat nadi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Langkah ini menunjukkan keberpihakan yang jelas kepada kepentingan publik, khususnya masyarakat di daerah-daerah yang selama ini merasakan ketimpangan pembangunan infrastruktur. Konektivitas antarwilayah menjadi kunci pertumbuhan ekonomi daerah, dan komitmen ini telah mulai dirasakan dampaknya di lapangan.

Selain pembangunan jalan, perhatian Gubernur Sultra juga tertuju pada penataan dan penyelamatan aset-aset daerah. Kawasan Eks MTQ yang sebelumnya terkesan dibiarkan tanpa perawatan kini kembali mendapatkan perhatian serius dari pemerintah provinsi. Gubernur Andi Sumangerukka tidak hanya memberi instruksi dari balik meja, tetapi secara aktif turun langsung memantau proses pembenahan di lapangan. Hasilnya, kawasan tersebut mulai menampakkan kembali fungsi dan wujud aslinya sebagai aset daerah yang memiliki nilai strategis, sosial, dan simbolik bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.

Lebih jauh lagi, langkah tegas Gubernur dalam menertibkan aset-aset milik daerah yang selama ini dikuasai oleh oknum pejabat pensiunan patut diberikan apresiasi tinggi. Aset negara yang seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan publik, secara bertahap mulai diambil kembali dan dikembalikan ke dalam pengelolaan pemerintah daerah. Kebijakan ini mencerminkan komitmen kuat terhadap prinsip tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berkeadilan.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga telah merencanakan kembali pembangunan dan perbaikan sejumlah jalan poros lainnya pada tahun anggaran berikutnya. Perencanaan ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak dilakukan secara sporadis, melainkan melalui perencanaan berkelanjutan yang terarah dan memiliki visi jangka panjang.

Tentu harus disadari bahwa setiap pemimpin memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak ada kepemimpinan yang sempurna. Namun, jika dibandingkan dengan rekam jejak kepemimpinan sebelumnya, langkah-langkah yang dilakukan oleh Gubernur Andi Sumangerukka menunjukkan keseriusan dan keberanian dalam mengambil keputusan strategis, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan birokrasi dan keterbatasan anggaran.

Sebagai Ketua Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik Sulawesi Tenggara (LPKP Sultra), saya menilai bahwa apa yang telah dilakukan Gubernur Andi Sumangerukka merupakan fondasi penting bagi perubahan tata kelola pembangunan di Sulawesi Tenggara. Fakta bahwa beliau bukan putra asli daerah tidak mengurangi tingkat kepedulian dan dedikasinya terhadap Sultra. Justru, hal tersebut dibuktikan dengan kerja nyata, kehadiran langsung di lapangan, serta keberanian menata kembali aset dan infrastruktur daerah yang selama ini terabaikan.

Kami berharap komitmen ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan, sehingga pembangunan di Sulawesi Tenggara benar-benar berjalan merata, berkelanjutan, dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat. (Km)