Example 728x250
BeritaDaerah

Kampung Tematik Durian Jadi Andalan Bupati Konawe Dongkrak Pendapatan Rakyat

135
×

Kampung Tematik Durian Jadi Andalan Bupati Konawe Dongkrak Pendapatan Rakyat

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Bupati Konawe.

KONAWE,– Pemerintah Kabupaten Konawe terus mendorong penguatan ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan melalui program Kampung Tematik Durian. Program unggulan yang digagas Bupati Konawe H. Yusran Akbar, ST ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga petani sekaligus menekan angka kemiskinan di wilayah pedesaan.

Program Kampung Tematik Durian ditetapkan di tujuh kecamatan, dengan Kecamatan Padangguni dan Kecamatan Latoma sebagai wilayah percontohan tahap awal. Selanjutnya, program ini akan diperluas secara bertahap ke Kecamatan Abuki, Asinua, Tongauna, Tongauna Utara, dan Besulutu.

“Program ini merupakan bagian dari visi Konawe Bersahaja dan sejalan dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dari tingkat rumah tangga,” ujar Bupati Yusran Akbar di Unaaha, Jumat (26/12/2025).

Yusran menjelaskan, pemilihan Padangguni dan Latoma sebagai proyek percontohan didasarkan pada potensi wilayah. Kecamatan Latoma yang berada di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Konaweha dinilai strategis sebagai kawasan penyangga lingkungan, sementara kedua kecamatan tersebut dikenal sebagai sentra durian yang hasilnya telah dipasarkan hingga Kota Kendari.

“Melalui Kampung Tematik Durian, kami menargetkan peningkatan ekonomi rumah tangga petani secara berkelanjutan serta pengurangan angka kemiskinan di wilayah sasaran,” tegasnya.

Pelaksanaan program dilakukan dengan memanfaatkan pekarangan rumah warga. Pelaksana Tugas Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Konawe, M. Suknip, SP., MP, menyampaikan bahwa setiap rumah tangga menanam 3 hingga 8 pohon durian, sesuai luas lahan yang tersedia.

“Varietas yang dikembangkan adalah Musangking dan Bawor, dua jenis durian unggulan nasional yang adaptif dengan kondisi agroklimat Konawe. Dengan perawatan optimal, tanaman dapat mulai berbuah dalam 3,5 hingga 5 tahun,” jelas Suknip.

Dari sisi ekonomi, satu pohon durian dewasa diperkirakan menghasilkan 30–50 buah per musim dengan bobot rata-rata 8–10 kilogram per buah. Jika harga pasar stabil, potensi pendapatan kotor mencapai sekitar Rp12 juta per pohon per musim.

“Dari total 12.170 bibit durian yang ditanam, saat memasuki usia panen normal diperkirakan mampu menghasilkan pendapatan kotor hingga Rp146 miliar bagi rumah tangga petani,” ungkapnya.

Untuk menjamin keberhasilan program, DTPHP Konawe melakukan pendampingan intensif melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Saat ini, di Kecamatan Latoma telah tertanam 4.000 pohon dari target 5.170 pohon, sementara di Padangguni telah tertanam 6.000 pohon dari target 7.000 pohon, dengan sisanya masih dalam tahap persiapan lahan.

Program Kampung Tematik Durian diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi berbasis komoditas lokal sekaligus mengukuhkan Konawe sebagai sentra durian unggulan di Sulawesi Tenggara. (km)