Example 728x250
BeritaDaerah

Sultra Siaga Inflasi Akhir Tahun, Gubernur ASR Perintahkan Penguatan 4K Pengendalian Harga

24
×

Sultra Siaga Inflasi Akhir Tahun, Gubernur ASR Perintahkan Penguatan 4K Pengendalian Harga

Sebarkan artikel ini

KENDARI – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat serangkaian langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat. Langkah ini disampaikan langsung oleh Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, saat membuka Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sultra di Ruang Pola Kantor Gubernur, Selasa (25/11/2025).

Rakor yang mengangkat tema “Optimalisasi Sinergi TPID Provinsi–Kabupaten/Kota dan Penguatan Ketahanan Pangan serta Kestabilan Harga Jelang Nataru 2025” tersebut digelar sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi tekanan inflasi akibat meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat di akhir tahun. Gubernur menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah harus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat koordinasi, serta mempercepat langkah responsif untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga.

Dalam paparannya, Gubernur menyampaikan bahwa kinerja ekonomi Sultra menunjukkan perkembangan positif. Data Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Sultra pada Triwulan III 2025 sebesar 5,65 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang berada pada angka 5,06 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa perekonomian daerah tetap kuat meski tantangan global masih berlangsung.

Namun, Gubernur menyampaikan bahwa tantangan inflasi di Triwulan IV perlu mendapat perhatian serius. Meski Sultra mencatat deflasi bulanan 0,58 persen, inflasi tahunan masih berada pada level 3,26 persen. Angka tersebut diperkirakan berada di rentang atas target nasional sehingga memerlukan langkah pengendalian yang lebih intensif.

“Dibutuhkan extra effort melalui strategi 4K ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif agar inflasi tetap terkendali menjelang Nataru,” tegasnya.

Gubernur Andi Sumangerukka kemudian merinci lima langkah konkret yang telah disiapkan Pemprov Sultra:

1. Penguatan Ketahanan Pangan melalui percepatan perluasan areal tanam, penyediaan bibit unggul, hingga pengawalan masa tanam untuk menjaga pasokan komoditas strategis.

2. Pengembangan Budidaya Perikanan Laut sebagai upaya memperkuat cadangan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan pada perikanan tangkap yang rentan cuaca ekstrem.

3. Optimalisasi Distribusi dan Logistik, termasuk kerja sama antar daerah, peningkatan infrastruktur jalan, serta efisiensi biaya angkut terutama untuk wilayah kepulauan.

4. Menjaga Keterjangkauan Harga melalui perluasan jaringan kios pangan, penguatan Satgas Pangan, serta percepatan investasi sektor penggilingan beras dan industri pengolahan.

5. Komunikasi Publik yang Efektif melalui pemantauan harga harian, rakor berkala, serta publikasi informasi terjadwal agar masyarakat memperoleh data yang transparan dan akurat.

Mengakhiri arahannya, Gubernur memberikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengendalian inflasi di Sultra, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, Bank Indonesia, BPS, Bulog, hingga pelaku usaha.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras menjaga stabilitas inflasi di Sulawesi Tenggara. Ke depan, koordinasi dan kecepatan respons harus semakin ditingkatkan,” ungkapnya.

Gubernur berharap langkah terpadu TPID dapat memastikan masyarakat merasakan langsung kehadiran pemerintah melalui harga pangan yang stabil, pasokan yang aman, dan distribusi yang lancar.