Example 728x250
BeritaDaerah

Jamda Pramuka Sultra ke-X: Gubernur Andi Sumangerukka Tekankan Pembentukan Karakter dan Kepemimpinan Muda

46
×

Jamda Pramuka Sultra ke-X: Gubernur Andi Sumangerukka Tekankan Pembentukan Karakter dan Kepemimpinan Muda

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, secara resmi membuka Jambore Daerah (Jamda) Pramuka Sultra ke-X yang mengusung tema “Gembira, Berdaya, Berbudaya.” Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Selasa (11/11/2025).

KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, secara resmi membuka Jambore Daerah (Jamda) Pramuka Sultra ke-X yang mengusung tema “Gembira, Berdaya, Berbudaya.” Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Selasa (11/11/2025), dan dihadiri ratusan anggota Pramuka dari berbagai kwartir cabang se-Sulawesi Tenggara. Suasana pembukaan berlangsung meriah, penuh semangat kebersamaan, nyanyian yel-yel, dan keceriaan khas Pramuka yang memadati lapangan sejak pagi.

Gubernur Andi Sumangerukka Dalam Sambutanya yang juga menjabat Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Sultra, menekankan pentingnya kegiatan Jamda sebagai wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan bagi generasi muda di tengah tantangan era digital.

> “Manfaatkan kesempatan berharga ini dengan sebaik-baiknya. Tanamkan semangat Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka dalam setiap langkah kalian. Bangun persaudaraan, ciptakan inovasi, dan jadilah agen perubahan positif bagi lingkungan,” pesan Gubernur dalam amanatnya.

Menurut Andi Sumangerukka, Gerakan Pramuka bukan hanya tempat bermain atau berkemah, melainkan lembaga pendidikan karakter yang berperan penting dalam menanamkan nilai moral, disiplin, dan tanggung jawab sosial kepada generasi muda. Ia menegaskan bahwa kegiatan Jamda hendaknya menjadi momentum refleksi dan pembentukan jati diri, agar Pramuka benar-benar hadir sebagai tunas bangsa yang berdaya guna.

“Jamda harus menjadi ruang pembelajaran dan pembentukan jati diri. Dari sinilah lahir calon pemimpin yang siap melanjutkan estafet perjuangan membangun Sultra yang lebih maju, aman, dan berdaya saing,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bawaslu Provinsi Sultra dan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sultra melalui program Saka Adhyasta Pemilu: Cetak Pengawas Demokrasi Muda.
Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Ketua Bawaslu Sultra, Iwan Rompi Banne, S.Sos., M.M., bersama Ketua Kwarda Pramuka Sultra, Drs. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., dan disaksikan langsung oleh Gubernur Sultra.

Program ini menjadi langkah konkret membentuk generasi muda yang berintegritas, cinta tanah air, dan melek demokrasi, melalui pendidikan serta pembinaan berbasis nilai-nilai pengawasan pemilu partisipatif dan edukatif.

Kegiatan Jamda Pramuka Sultra ke-X dijadwalkan berlangsung di Perkemahan Bumi Praja Anduonohu, Kendari, mulai 11 hingga 16 November 2025. Sebanyak 1.153 peserta turut ambil bagian, terdiri atas 985 Pramuka Penggalang, 40 pimpinan kontingen cabang, serta 128 pembina pendamping dari 16 kwartir cabang se-Sultra. Selama enam hari, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan, seperti lomba keterampilan kepramukaan, pentas seni budaya, bakti sosial, hingga pelatihan kepemimpinan muda.

Sebagai penutup acara pembukaan, 50 anggota Pramuka menampilkan parade semapur empat etnis yang menggambarkan semangat persatuan dalam keberagaman budaya Bumi Anoa. Gerakan tangan para peserta yang membentuk sandi-sandi komunikasi khas Pramuka diiringi musik daerah empat etnis besar Sulawesi Tenggara, menciptakan harmoni yang memukau penonton.

Aksi kolaboratif itu menjadi simbol kekuatan kebersamaan dan karakter Pramuka Sultra yang berjiwa nasionalis, berbudaya, serta menjunjung tinggi nilai persatuan dalam keberagaman.

Dengan semangat “Gembira, Berdaya, Berbudaya,” Jambore Daerah Pramuka Sultra ke-X diharapkan melahirkan generasi muda yang tangguh, kreatif, berkarakter, serta siap menjadi pelopor perubahan menuju Sultra yang maju, aman, sejahtera, dan religius.

Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa di tengah arus globalisasi, semangat Pramuka harus tetap hidup sebagai benteng moral dan karakter bangsa yang berakar kuat di Bumi Anoa.