Example 728x250
BeritaDaerah

Pemprov Sultra Beri Respon Bijak Terkait Adanya Maskot di Perayaan STQH Nasional

106
×

Pemprov Sultra Beri Respon Bijak Terkait Adanya Maskot di Perayaan STQH Nasional

Sebarkan artikel ini

Kendari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara menanggapi secara bijak polemik terkait kemunculan maskot berupa hewan Anoa yang dikaitkan dengan persiapan pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional ke-28 tahun 2025 di Kendari.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Sultra, dari Bumi Palembang menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian masyarakat terhadap agenda nasional tersebut.

Menurut Asrun Lio, munculnya tanggapan publik menunjukkan adanya kepedulian masyarakat terhadap penyelenggaraan STQH Nasional yang akan digelar pada Oktober mendatang. Namun, ia menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menampilkan simbol-simbol religius pada ajang bernuansa keagamaan.

“Terkait persiapan STQH Nasional, Pemprov Sultra bersama Kementerian Agama RI telah melakukan sejumlah rapat koordinasi sejak Juli 2025, membahas berbagai aspek seperti akomodasi, transportasi, keamanan, dan fasilitas pendukung lainnya. Namun, dalam pembahasan itu tidak pernah ada agenda mengenai maskot, hanya peluncuran logo resmi STQH,” jelas Asrun Lio, Selasa (7/10/2025).

Ia menambahkan, setelah munculnya perbincangan publik mengenai gambar maskot Anoa yang memegang kitab suci, pihaknya segera berkoordinasi dengan event organizer untuk menarik atau meninjau ulang penggunaan maskot tersebut.

Meski demikian, Asrun Lio menilai bahwa perhatian publik terhadap isu ini merupakan bentuk kecintaan masyarakat Sultra terhadap kegiatan keagamaan nasional yang akan digelar di daerahnya.

“Kami berterima kasih atas atensi dan kepedulian masyarakat. Ini menunjukkan bahwa STQH adalah milik bersama, dan partisipasi masyarakat sangat penting bagi kesuksesan penyelenggaraannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sekda menegaskan bahwa hingga saat ini Pemprov Sultra belum pernah meresmikan atau meluncurkan maskot untuk STQH. Identitas visual resmi satu-satunya adalah logo STQH Nasional ke-28, yang telah disepakati dan diluncurkan bersama pemerintah pusat.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk menjaga semangat kebersamaan dan fokus pada esensi kegiatan STQH sebagai ajang syiar Islam, mempererat persaudaraan, serta mengenalkan potensi Sulawesi Tenggara kepada seluruh Indonesia.

“STQH ini momentum penting. Mari kita jadikan sebagai ajang kebanggaan bersama, dengan suasana yang damai, religius, dan membanggakan bagi daerah serta bangsa,” tutupnya.

Sebagai informasi, STQH Nasional ke-28 dijadwalkan berlangsung di Kota Kendari pada 11–19 Oktober 2025, dengan peserta dari 34 provinsi se-Indonesia. Pemerintah Provinsi Sultra berharap seluruh masyarakat turut berperan aktif menjadi tuan rumah yang baik, demi suksesnya perhelatan nasional tersebut.