Example 728x250
BeritaDaerah

Wakil Gubernur Sultra Hadiri Virtual Launching Gerakan Pangan Murah Serentak

111
×

Wakil Gubernur Sultra Hadiri Virtual Launching Gerakan Pangan Murah Serentak

Sebarkan artikel ini

KENDARI – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling., mengikuti secara virtual pembukaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak yang digelar di seluruh kecamatan se-Indonesia dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Di Sultra, kegiatan dipusatkan di halaman Kantor Camat Kadia, Kota Kendari, Sabtu (30/8/2025).

Turut hadir Forkopimda Sultra, Wali Kota Kendari, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, TPID, serta sejumlah pejabat terkait.

Dalam arahannya, Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan pesan Presiden RI bahwa makna kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga mampu mewujudkan kedaulatan pangan.

“Bapak Presiden menegaskan, merdeka berarti kita mampu memberi makan rakyat kita sendiri. Salah satu atensi utama adalah persoalan beras. Karena itu, produksi harus terus ditingkatkan,” jelas Mendagri.

Mendagri mengungkapkan, sepanjang 2025 Indonesia tidak melakukan impor beras, bahkan cadangan Bulog hampir mencapai 4 juta ton. Namun, memasuki musim kemarau panjang, produksi mulai menurun. Untuk itu, pemerintah menyiapkan langkah stabilisasi pasokan dan harga dengan menggelontorkan 1,3 juta ton beras cadangan Bulog hingga Desember 2025.

Rata-rata penyaluran 7 ribu ton per hari melibatkan pasar rakyat, BUMD pangan, gerakan pasar murah di kecamatan/desa, serta dukungan TNI, Polri, dan Kadin. Bahkan, Polri dan Kadin ikut memberikan subsidi sehingga harga beras SPHP turun menjadi sekitar Rp11.000/kg.

Mendagri memastikan stok beras di Kendari dan daerah lain cukup hingga akhir 2025. Penyaluran juga diperluas ke ritel modern sehingga masyarakat bisa membeli langsung dengan harga stabil.

Gerakan pangan murah serentak ini merupakan inisiatif Kementerian Pertanian bersama Bulog. Dari total 7.285 kecamatan, tercatat 4.663 kecamatan ikut berpartisipasi dengan jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 3,4 juta orang dan kebutuhan beras lebih dari 43 ribu ton.

Data inflasi mingguan menunjukkan program ini efektif menekan gejolak harga. Daerah yang mengalami kenaikan harga pangan turun dari 233 kabupaten/kota menjadi 200, sementara daerah yang mengalami penurunan harga naik menjadi 55.

“Gerakan stabilisasi harga pangan dengan pasar murah menggunakan stok Bulog adalah langkah yang tepat. Tinggal bagaimana kita memasifkan gerakan ini melalui semua saluran. Terima kasih kepada kepala daerah, camat, dan pihak yang telah mendukung,” ujar Mendagri.

Di akhir arahannya, ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian GPM ditujukan untuk kepentingan rakyat.

“Acara ini adalah wujud kerja bersama. Pemerintah ingin memastikan beras selalu tersedia, terjangkau, dan tidak membebani masyarakat,” pungkasnya.