Example 728x250
BeritaDaerah

Wagub Sultra Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan, Branding, dan Budaya Kerja ASN

137
×

Wagub Sultra Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan, Branding, dan Budaya Kerja ASN

Sebarkan artikel ini

KENDARI – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling., menegaskan pentingnya kepemimpinan inspiratif, penguatan citra (branding), serta budaya kerja positif bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mendukung pembangunan daerah. Penegasan tersebut disampaikannya saat memimpin Apel Gabungan ASN lingkup Pemerintah Provinsi Sultra di Lapangan Kantor Gubernur, Senin (28/7/2025).

Apel diikuti oleh Staf Ahli Gubernur, Asisten Sekda, Kepala OPD, Kepala Biro, pejabat struktural dan fungsional, serta ribuan ASN dari berbagai instansi lingkup Pemprov Sultra.

Dalam arahannya, Wagub Hugua menekankan bahwa ASN adalah pilar utama dalam menjalankan seluruh agenda pembangunan yang telah dirumuskan dalam RPJMD sebagai turunan dari visi-misi Gubernur ASR dan dirinya sebagai Wakil Gubernur, yang mengacu pada Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Visi besar kita adalah mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan religius. Itu diterjemahkan dalam RPJMD dan dijabarkan ke dalam RKPD tahunan,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan visi tersebut sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan ASN di semua level birokrasi.

“Kepemimpinan bukan hanya soal manajemen atau administrasi, tapi bagaimana menginspirasi, memotivasi, menciptakan kader, dan membina pegawai agar siap menjadi pemimpin masa depan,” tambahnya.

Wagub juga menyoroti pentingnya membangun branding atau citra ASN yang baik. Ia menjelaskan bahwa citra institusi sangat tergantung dari perilaku dan komunikasi ASN sebagai wajah pemerintah di mata publik.

“Branding tidak muncul begitu saja. Ia dibentuk melalui konsistensi dalam bersikap, berkomunikasi, dan berperilaku,” jelas Hugua.

Ia menyebut tiga elemen pembentuk citra ASN:

1. Cara berkomunikasi, baik verbal maupun nonverbal.

2. Cara merespons situasi, apakah dengan emosi, kesopanan, atau tekanan.

3. Kesesuaian antara ucapan dan tindakan.

“Kalau Anda mudah marah, itulah cap Anda. Jika suka berjanji tanpa bukti, itu juga menciptakan citra buruk. Branding itu soal integritas antara ucapan dan perbuatan,” tegasnya.

Wagub juga mengajak ASN untuk membangun lingkungan kerja yang bersih, tertata, dan nyaman. Ia mencontohkan, di awal masa jabatan, dirinya bersama Gubernur ASR meninjau ruang-ruang OPD guna memastikan fasilitas kerja mendukung kinerja optimal.

“Ruangan yang kecil bukan alasan. Tata ulang, bersihkan, ganti rak yang usang. Lingkungan yang tertata akan menumbuhkan semangat kerja yang baru,” ujarnya.

Dalam rangka menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Wagub menginstruksikan seluruh OPD untuk melakukan pembenahan lingkungan kantor secara mandiri.

“Silakan cat ulang, bersihkan dinding dan halaman, rapikan taman. Tidak perlu menunggu anggaran, cukup kemauan dan gotong royong,” pesannya.

Wagub Hugua juga menekankan pentingnya kerja sama dalam birokrasi, baik antar pimpinan maupun dengan seluruh staf, termasuk petugas kebersihan.

“Suksesnya OPD bukan karena satu orang, tapi hasil kolaborasi semua unsur di dalamnya,” katanya.

Ia kemudian merinci empat komponen kerja sama efektif:

1. Konteks – terciptanya lingkungan kerja yang terbuka dan komunikatif.

2. Komposisi – sinergi antara keahlian dan kepribadian dalam tim.

3. Kompetensi – keahlian yang digunakan untuk kepentingan organisasi, bukan pribadi.

4. Chance (Peluang) – kesiapan ASN menghadapi perubahan zaman, baik teknologi, ekonomi, maupun politik.

“Kepribadian lebih penting daripada keahlian. Karena 90 persen keputusan kita didasarkan pada emosi, bukan logika. Maka, empati dan etika menjadi kunci dalam kerja birokrasi,” tegas Hugua.

Menutup arahannya, Wagub kembali mengingatkan bahwa kesuksesan Sulawesi Tenggara sebagai provinsi yang maju, aman, sejahtera, dan religius sangat bergantung pada integritas dan kerja nyata ASN.

“Kalau semua unsur tadi dijalankan, InsyaAllah Sultra akan menjadi negeri yang damai dan makmur. Semuanya dimulai dari anda: dari cara anda bekerja, berkomunikasi, hingga menata ruang kerja anda,” pungkasnya.