TANIMBAR – Kepala Puskesmas Tutukembong, Kecamatan Nirunmas, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, membantah keras tuduhan terkait dugaan penerbitan “SK siluman” yang dilontarkan oleh tiga orang tenaga honor lepas di Puskesmas tersebut.
Tuduhan itu sebelumnya disampaikan melalui sebuah video singkat oleh ketiga tenaga honor lepas dan telah tersebar luas di wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Dalam klarifikasinya, Kepala Puskesmas Tutukembong, L. Luturmas, menjelaskan bahwa ketiga tenaga honor tersebut awalnya datang secara sukarela untuk mencari pengalaman kerja di puskesmas. Mereka diterima dengan kesepakatan bahwa tidak ada honorarium yang diberikan karena keterbatasan anggaran.
“Mereka bekerja secara sukarela, namun selama kurang lebih dua tahun, kehadiran mereka tidak konsisten. Bahkan dalam satu minggu, kadang hanya tiga kali masuk kerja,” ujar Luturmas. Senin, 7 Juli 2025.
Ia juga menyinggung salah satu dari mereka, Juber Luturmas, yang disebut tidak pernah hadir menjalankan tugas saat terlibat dalam Panwas Pilkada, meski statusnya sebagai tenaga honor lepas.
Terkait tudingan “SK siluman” dan adanya “titipan” dari Wakil Bupati, Luturmas membantah tegas. Ia menyatakan tidak pernah mengeluarkan pernyataan atau dokumen seperti yang dituduhkan. Menurutnya, ada pihak-pihak yang sengaja memprovokasi dan memojokkan dirinya demi kepentingan tertentu.
Luturmas menegaskan bahwa proses seleksi tenaga honorer telah dilakukan secara terbuka dan sesuai prosedur oleh BKPSDM. Salah satu dari ketiga honor lepas sempat tidak lolos seleksi administrasi karena kesalahan dalam surat lamaran, namun ia bantu memperbaiki sehingga bisa mengikuti tes.
Namun, hasil tes ketiganya dianggap tidak memenuhi standar. “Waktu ujian masih panjang, mereka sudah keluar lebih dulu. Nilai mereka juga di bawah rata-rata,” imbuhnya.
Ia juga menyebutkan adanya perilaku tidak terpuji dari ketiganya selama bekerja, termasuk dugaan keterlibatan dalam politik praktis dan konsumsi alkohol. “Semua ini perlu saya sampaikan agar masyarakat tidak termakan isu yang menyudutkan saya. Kalau memang ada keluhan, seharusnya disampaikan secara baik-baik,” kata Luturmas.
Pihaknya berharap publik, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, mendapatkan informasi yang seimbang terkait polemik ini. Ia menegaskan bahwa ketiga pegawai tersebut tidak mengajukan keberatan saat masa sanggah pengumuman hasil seleksi, namun justru menyampaikan tuduhan yang tidak berdasar setelah hasil seleksi diumumkan.
Kepala Puskesmas Tutukembong menutup klarifikasinya dengan ajakan dialog terbuka demi menyelesaikan permasalahan tanpa menyebar informasi yang tidak benar di masyarakat.
Laporan : Simon Biro Maluku













