BUTON UTARA – Penggiat hukum asal Kabupaten Buton Utara, Mawan, S.H., secara tegas mendesak Kapolres Buton Utara, AKBP Totok Budi Sanjoyo, S.I.K., M.H., untuk segera memanggil dan memeriksa seorang oknum Kepala Sekolah Dasar (SD) berinisial Ibu ID yang diduga menjadi pemilik pangkalan minyak tanah ilegal di Desa Laea, Kecamatan Wakorumba Utara, Kabupaten Buton Utara (Butur).
Desakan ini muncul setelah Mawan melakukan investigasi langsung pada Minggu, 20 Juli 2025, dan menemukan fakta mencengangkan di lapangan.
“Setelah kami turun langsung ke Desa Laea, ditemukan indikasi kuat bahwa pemilik pangkalan minyak tanah di sana adalah seorang Kepala Sekolah yang berstatus PNS. Ini sangat mencoreng dunia pendidikan dan menunjukkan betapa longgarnya pengawasan,” ujar Mawan saat ditemui di salah satu warung kopi di Butur. Malam senin 20 Juli 2025.
Menurut Mawan, praktik penjualan minyak tanah oleh oknum pangkalan ini telah berlangsung cukup lama, bahkan diduga kuat minyak tanah bersubsidi itu tidak sepenuhnya disalurkan kepada masyarakat setempat, melainkan dijual ke luar daerah. Hal ini terjadi di tengah kondisi sulitnya masyarakat mendapatkan akses BBM bersubsidi.
“Ini bentuk kejahatan luar biasa yang harus segera ditangani oleh Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Butur. Tidak bisa dibiarkan. Kalau aparat hukum diam, patut dipertanyakan keberpihakannya pada rakyat,” tegasnya.
Mawan juga mengingatkan kembali kasus serupa yang pernah terjadi pada tahun 2023–2024, di mana seorang warga Desa Waode Buri, Kecamatan Kulisusu Utara, berinisial PDA, kepergok mengisi puluhan jerigen BBM di SPBU Desa Laangke.
“Beliau terang-terangan menyebut bahwa dirinya dibekingi oknum aparat hukum. Ini bahaya! Dan sampai hari ini, tidak ada tindakan tegas. Videonya sudah kami serahkan ke pihak Propam Polda Sultra,” ungkap Mawan.
Lebih lanjut, ia meminta Unit Tipidter Polres Butur untuk melakukan investigasi mendalam ke Desa Waode Buri, yang diduga menjadi lokasi penampungan ratusan jerigen BBM jenis solar dan bensin. Ia menantang aparat untuk serius menyelidiki dan tidak pura-pura tidak tahu.
Ultimatum ke Polres Butur: Jika Tak Bertindak, Akan Dibawa ke Polda
Mawan menyampaikan bahwa jika kasus ini tidak segera ditangani secara tegas dan transparan, ia siap membawa kasus ini ke tingkat provinsi agar ditangani langsung oleh Polda Sulawesi Tenggara.
“Saya berharap Kapolres Butur menunjukkan keberpihakan pada rakyat. Jangan lindungi oknum yang mempermainkan distribusi BBM bersubsidi. Apalagi jika benar pelakunya adalah seorang kepala sekolah,” tegasnya.
Tak hanya itu, temuan lain menunjukkan bahwa pasokan BBM ke pangkalan di Desa Laea diduga berasal dari Kecamatan Kulisusu Utara. BBM itu bahkan dijemput langsung dan diangkut menuju Wakorumba Utara.
Laporan : Tim













