Oleh: Ir. Amsiqul Maarif, ST., MM., IPM
KENDARI, OPINI- Tepat satu tahun kepemimpinan Wali Kota Kendari dr. Siska Karina Imran, SKM, bersama Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, SE, sejumlah capaian pembangunan mulai menunjukkan arah yang dinilai positif. Keduanya resmi dilantik pada 20 Februari 2025 di Jakarta oleh Presiden Prabowo Subianto secara serentak bersama para kepala daerah se-Indonesia.
Memasuki tahun pertama pemerintahan, berbagai indikator makro pembangunan Kota Kendari tercatat mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Meski satu tahun belum cukup untuk menilai keseluruhan kinerja hingga akhir periode jabatan pada 2030, fase awal ini dipandang sebagai momentum penting dalam meletakkan fondasi pembangunan jangka menengah dan panjang.
Salah satu capaian yang menjadi sorotan adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kendari. Data terakhir menunjukkan IPM mengalami kenaikan yang cukup signifikan hingga menempatkan Kota Kendari pada peringkat 9 secara nasional di antara kabupaten/kota di Indonesia.
IPM sendiri merupakan indikator komprehensif yang mengukur kualitas pembangunan manusia melalui tiga dimensi utama, yakni kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak atau daya beli masyarakat. Kenaikan IPM tersebut mencerminkan perbaikan pada pelayanan kesehatan, peningkatan akses dan mutu pendidikan, serta pertumbuhan daya beli masyarakat sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah.
Capaian tersebut dinilai sebagai gambaran bahwa arah kebijakan pembangunan yang ditempuh Pemerintah Kota Kendari mulai menunjukkan hasil konkret. Peningkatan kualitas layanan dasar dan penguatan sektor ekonomi menjadi dua faktor penting dalam mendongkrak nilai IPM.
Dari sisi makro ekonomi, tren pertumbuhan juga dinilai cukup stabil. Beberapa indikator menunjukkan kondisi fundamental ekonomi yang relatif baik, ditopang oleh pergerakan sektor jasa, perdagangan, serta aktivitas UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi perkotaan.
Namun demikian, tidak semua indikator menunjukkan peningkatan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat mengalami koreksi sebesar 0,42 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini menjadi salah satu catatan dalam evaluasi satu tahun pemerintahan Siska–Sudirman.
Koreksi angka pengangguran tersebut tidak lepas dari meningkatnya arus urbanisasi ke Kota Kendari. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, diperkirakan terjadi pertumbuhan penduduk sekitar 5.000 jiwa akibat perpindahan masyarakat dari daerah lain yang datang untuk mencari peluang ekonomi dan kehidupan yang lebih baik.
Fenomena ini menunjukkan bahwa Kendari masih menjadi magnet pertumbuhan dan pusat aktivitas ekonomi di Sulawesi Tenggara. Di satu sisi, hal tersebut menjadi indikator kepercayaan masyarakat luar terhadap prospek Kota Kendari. Namun di sisi lain, peningkatan jumlah penduduk membawa konsekuensi terhadap kebutuhan lapangan kerja, penyediaan perumahan, transportasi, serta layanan publik lainnya.
Tantangan ini memerlukan strategi yang terukur dan terintegrasi, mulai dari penciptaan lapangan kerja baru melalui perluasan investasi, penguatan sektor UMKM dan ekonomi kreatif, hingga peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di tengah pertumbuhan kota yang dinamis.
Pemerintah Kota Kendari juga diharapkan dapat mendorong kolaborasi dengan sektor swasta dan pemerintah provinsi untuk mempercepat realisasi program-program yang berorientasi pada penyerapan tenaga kerja dan pemerataan kesejahteraan.
Refleksi satu tahun kepemimpinan ini sekaligus menjadi momentum evaluasi dan konsolidasi kebijakan. Fondasi yang telah diletakkan pada tahun pertama diharapkan menjadi pijakan kuat dalam mempercepat pembangunan pada tahun-tahun berikutnya.
Sejumlah pengamat menilai, jika tren peningkatan IPM dan stabilitas ekonomi dapat terus dipertahankan, serta persoalan pengangguran akibat urbanisasi dapat ditekan secara bertahap, maka target pembangunan jangka menengah Kota Kendari berpotensi tercapai sesuai perencanaan.
Memasuki tahun kedua masa jabatan, publik menaruh harapan agar capaian positif terus berlanjut dan berbagai tantangan dapat dijawab dengan kebijakan yang adaptif dan inovatif.
Dengan fondasi yang telah dibangun selama satu tahun terakhir, Kota Kendari diharapkan terus bergerak menuju visi pembangunan yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan di bawah kepemimpinan Siska–Sudirman.













