Example 728x250
BeritaDaerah

Menag RI Dianugerahi Gelar Adat Kesultanan Buton, Gubernur Sultra: Simbol Penjaga Nilai Agama

27
×

Menag RI Dianugerahi Gelar Adat Kesultanan Buton, Gubernur Sultra: Simbol Penjaga Nilai Agama

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, hadir langsung menyaksikan rangkaian prosesi adat.

BAUBAU – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., menerima gelar kehormatan adat “Mia Ogena I Sara Agama” dari Lembaga Adat dan Budaya Kesultanan Buton. Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat di Baruga Keraton Kesultanan Buton, Kota Baubau, Kamis (8/1/2026), dan disaksikan para tokoh adat, pejabat pemerintah, serta masyarakat setempat.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, hadir langsung menyaksikan rangkaian prosesi adat tersebut. Ia menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas penganugerahan gelar kehormatan adat kepada Menteri Agama RI yang dinilainya sarat makna filosofis dan nilai kebangsaan.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara, kami mengucapkan selamat kepada Bapak Menteri Agama atas gelar kehormatan adat Kesultanan Buton yang diterima hari ini. Semoga gelar ini semakin memperkuat peran beliau dalam mengemban amanah dan menjadi inspirasi bagi seluruh elemen bangsa,” ujar Gubernur Andi Sumangerukka.

Gubernur menjelaskan, dalam falsafah Kesultanan Buton, Mia Ogena I Sara Agama memiliki makna sebagai pribadi utama yang menjadi penopang, penjaga, dan penguat sendi-sendi agama dalam tatanan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Gelar tersebut merupakan simbol kepercayaan adat kepada sosok yang dinilai memiliki integritas moral, keteladanan, serta komitmen kuat terhadap nilai-nilai keagamaan.

Menurutnya, penganugerahan gelar tersebut sangat layak diberikan kepada Prof. KH. Nasaruddin Umar. Sebagai Menteri Agama, Nasaruddin Umar dikenal konsisten mengabdikan diri untuk menjaga kemuliaan agama, memperkuat moderasi beragama, serta merawat harmoni sosial di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

“Beliau adalah figur nasional yang selama ini hadir sebagai pemersatu. Pemikiran dan langkah-langkahnya selalu menempatkan agama sebagai rahmat bagi seluruh kehidupan berbangsa dan bernegara,” tutur Gubernur.

Selain menyampaikan selamat kepada Menteri Agama, Gubernur Sultra juga memberikan apresiasi tinggi kepada Lembaga Adat dan Budaya Kesultanan Buton atas komitmennya dalam melestarikan adat dan budaya daerah. Ia menilai lembaga adat memiliki peran strategis dalam menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah arus modernisasi.

“Kearifan lokal Kesultanan Buton merupakan aset penting daerah. Pelestarian adat dan budaya harus terus dijaga dan disinergikan dengan arah pembangunan daerah Sulawesi Tenggara,” katanya.

Gubernur menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung peran lembaga adat sebagai mitra strategis dalam menjaga nilai-nilai budaya, moral, dan religiusitas masyarakat.

Menutup sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi membangun Sulawesi Tenggara yang bermartabat, berbudaya, serta berlandaskan nilai keimanan dan kebersamaan.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai penguat persatuan, untuk mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan religius,” pungkasnya. (KM).