Example 728x250
BeritaDaerah

Penemuan Ular Besar di Area Perkebunan Gegerkan Warga, Desa Sumampeno Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

78
×

Penemuan Ular Besar di Area Perkebunan Gegerkan Warga, Desa Sumampeno Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Warga Sumampeno, BUTON Utara Gegerkan Penemuan ular sepanjang 8 Meter. Red, minggu 28/12/2025.

BUTON UTARA – Warga Desa Sumampeno, Kecamatan Wakorumba Utara, Kabupaten Buton Utara, dibuat resah setelah ditemukannya seekor ular berukuran besar di area perkebunan milik masyarakat. Kejadian tersebut memicu kekhawatiran warga karena lokasi penemuan merupakan jalur aktivitas harian masyarakat setempat.

Ular berukuran besar dengan panjang diperkirakan mencapai sekitar 8 meter itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Namrin saat sedang melakukan aktivitas di kebun. Penemuan tersebut segera disampaikan kepada warga lainnya sehingga menjadi perhatian bersama.

Sejumlah warga mengaku khawatir karena area perkebunan dan hutan di sekitar desa kerap dilalui masyarakat, baik untuk berkebun, mencari hasil hutan, maupun sebagai jalur alternatif antarwilayah. Keberadaan satwa liar berukuran besar tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Salah seorang warga Desa Sumampeno, Baharuddin, menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah, khususnya di area perkebunan dan hutan.

“Kami mengimbau seluruh warga agar tetap waspada saat berkebun atau melintasi kawasan hutan. Penemuan ular besar ini harus menjadi perhatian bersama agar tidak menimbulkan korban,” ujar Baharuddin. Minggu 2012/2025.

Menurut warga, kawasan perkebunan Desa Sumampeno memang masih didominasi semak belukar dan hutan, sehingga memungkinkan munculnya satwa liar, terutama pada waktu-waktu tertentu. Kondisi tersebut membuat warga memilih untuk membatasi aktivitas di sekitar lokasi penemuan ular, khususnya pada pagi dan sore hari.

Hingga saat ini, ular tersebut belum kembali terlihat. Meski demikian, warga berharap adanya perhatian dan langkah antisipasi dari pihak terkait, seperti pemerintah desa maupun instansi yang berwenang menangani satwa liar, guna memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Warga juga diimbau untuk tidak bertindak sendiri apabila kembali menemukan satwa liar berbahaya dan segera melaporkan kepada aparat desa atau pihak berwenang agar dapat ditangani secara tepat dan aman. (Baharudin)