Example 728x250
BeritaDaerah

Pemprov Sultra Perkuat Kesiapsiagaan Daerah, Gubernur Andi Sumangerukka Serahkan Bantuan Kemanusiaan dan Dorong Penguatan Anggaran Kebencanaan

24
×

Pemprov Sultra Perkuat Kesiapsiagaan Daerah, Gubernur Andi Sumangerukka Serahkan Bantuan Kemanusiaan dan Dorong Penguatan Anggaran Kebencanaan

Sebarkan artikel ini

KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) semakin serius memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami yang menjadi ancaman utama di sejumlah wilayah Sultra. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Apel Siaga dan Simulasi Bencana yang dipusatkan di Halaman Kantor Gubernur Sultra, Senin (24 November 2025), dan melibatkan berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, relawan, hingga masyarakat.

Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, hadir langsung memimpin jalannya kegiatan sekaligus menyerahkan bantuan kemanusiaan secara pribadi berupa empat unit ambulans kepada BPBD Provinsi Sultra. Bantuan ini diharapkan memperkuat armada penanganan darurat dan mempercepat respons jika terjadi bencana. Selain itu, Gubernur juga memberikan dua unit mobil Rescue Tactical Unit (RTU) dan tiga unit sepeda motor kepada Dinas Sosial Provinsi Sultra untuk menunjang mobilitas dan kesiapsiagaan petugas di lapangan.

Di momen yang sama, Pemprov Sultra juga menyerahkan piagam penghargaan kepada pemerintah kabupaten/kota yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam membangun desa dan kelurahan tangguh bencana. Penerima penghargaan tersebut meliputi Kabupaten Kolaka, Buton Tengah, Buton Utara, Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Kolaka Timur, Kota Kendari, dan Kota Baubau. Langkah ini menjadi bentuk apresiasi Pemprov kepada daerah yang telah memenuhi indikator ketangguhan masyarakat berbasis komunitas.

Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa simulasi bencana bukan kegiatan seremonial semata, tetapi merupakan instrumen penting untuk memastikan seluruh perangkat daerah memahami prosedur, alur komando, serta langkah teknis saat bencana terjadi. Menurutnya, kesiapsiagaan harus diwujudkan secara konkret, terencana, dan terukur.

“Pelaksanaan Apel Siaga dan Simulasi Gempa Bumi ini adalah wujud nyata tanggung jawab kita sebagai bagian dari pembangunan daerah Sultra dan sebagai sesama warga negara. Kesiapsiagaan tidak boleh setengah-setengah dan harus didukung kesiapan peralatan, SDM, serta sistem,” tegasnya.

Andi Sumangerukka juga menginstruksikan kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota agar mengalokasikan anggaran khusus dalam APBD untuk pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sub urusan bencana. Ia menekankan bahwa penguatan anggaran bukan hanya kewajiban administratif, tetapi bagian dari proteksi negara terhadap keselamatan warganya.

“Kita tidak dapat memilih untuk tinggal di wilayah bebas bencana, tetapi kita dapat memilih untuk menjadi masyarakat Sultra yang siap, siaga, dan tangguh,” ujarnya menutup sambutan.

Kegiatan simulasi kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi evakuasi gempa bumi dan tsunami yang dipandu BPBD Sultra, dibantu TNI, Polri, Basarnas, Dinas Sosial, dan relawan. Para peserta memperagakan langkah penyelamatan diri, penanganan korban, komunikasi darurat, hingga koordinasi lintas sektor. Pemprov berharap kegiatan tahunan ini semakin meningkatkan kesadaran publik dan memperkuat kemampuan daerah dalam menghadapi situasi darurat.