KENDARI, UHO— Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan komitmennya bahwa negara hadir bagi seluruh anak bangsa melalui program Afirmasi Pendidikan Tinggi (Beasiswa ADik).
Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa dari daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), Papua, serta anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Sebanyak 59 mahasiswa penerima Beasiswa ADik dari dua perguruan tinggi negeri di Sulawesi Tenggara Universitas Halu Oleo (UHO) dan Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka mengikuti kegiatan Pembinaan Wawasan Kebangsaan yang berlangsung pada 24–26 Oktober 2025 di Hotel Sahid Azizah Syariah Kendari.
Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk menanamkan nilai cinta tanah air, semangat persatuan, dan memperkuat rasa kebangsaan, khususnya bagi mahasiswa asal Papua dan daerah 3T yang tengah menempuh pendidikan di berbagai wilayah Indonesia.

Ketua Tim Kerja KIP Kuliah dan Beasiswa ADik, Muni Ika, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga terhadap para penerima Beasiswa ADik yang telah melalui proses seleksi ketat di perguruan tinggi negeri.
“Sungguh bangga tentunya saya, karena adik-adik yang hadir di sini telah menempuh perjuangan panjang. Proses seleksi dilakukan langsung oleh perguruan tinggi, bukan oleh kementerian, sehingga wajah-wajah yang hadir adalah mereka yang benar-benar terpilih melalui jalur afirmasi,” ujar Muni.
Ia menegaskan bahwa hadirnya negara melalui program Beasiswa ADik merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam pemerataan akses pendidikan tinggi di seluruh pelosok negeri.
“Adik-adik dari Papua, dari daerah 3T, hingga anak-anak TKI, semua mendapat hak yang sama untuk kuliah dan menggapai cita-cita. Ini adalah wujud nyata hadirnya negara bagi mereka yang sebelumnya sulit menjangkau pendidikan tinggi,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik UHO, Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, S.P., M.P., yang hadir mewakili Rektor UHO, Dr. Herman, S.H., L.L.M., berpesan agar mahasiswa penerima Beasiswa ADik dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya selama menempuh pendidikan.
“Pemerintah menargetkan agar dalam tiga tahun ke depan kalian sudah berhasil meraih wisuda. Jangan sia-siakan peluang yang ada, karena anak-anak dari Papua dan daerah 3T memiliki semangat juang yang luar biasa tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembinaan wawasan kebangsaan menjadi langkah penting untuk memperkuat karakter dan integritas mahasiswa agar siap menjadi agen pembangunan di daerah masing-masing.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan empat materi utama yang disampaikan oleh narasumber dan moderator profesional dari lingkungan akademik dan mitra strategis UHO.
Materi pertama bertema “Konsep Dasar Wawasan Kebangsaan (Nasionalisme dan Pluralisme)” disampaikan oleh Muhammad Alim Marhadi, S.Pd., M.Pd., dengan moderator Sumarlin, S.Pd., M.Pd. Materi ini membahas pentingnya memahami jati diri bangsa, menghargai perbedaan, serta menumbuhkan semangat kebinekaan dalam kehidupan kampus.
Materi kedua, “Strategi Meraih Prestasi Akademik Unggul dan Tepat Waktu Melalui Peningkatan Versi Terbaik Diri”, disampaikan oleh Dr. Keliopas Krey, S.Pd., M.Si., dengan moderator Ali Mulya Rende, S.Pd., M.Pd. Dalam sesi ini, peserta dibekali cara mengelola waktu, membangun motivasi belajar, dan menumbuhkan pola pikir positif untuk meraih prestasi akademik optimal.
Materi ketiga, “Pemahaman Literasi Digital dan Keuangan”, menghadirkan Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, S.P., M.P. sebagai narasumber dan Agus Rihu, S.K.M., M.Sos. sebagai moderator. Materi ini menekankan pentingnya kemampuan mengelola informasi digital secara bijak, serta mengatur keuangan pribadi dan dana beasiswa dengan tanggung jawab.
Sementara materi keempat, “Pemahaman tentang Sadar Berbangsa dan Bernegara, Setia pada Pancasila sebagai Ideologi Negara, Rela Berkorban untuk Bangsa dan Negara, serta Kemampuan Awal Bela Negara”, disampaikan oleh Letnan Satu Laut Dr. La Ode Muh. Ilham, S.Kep., M.M., dengan Dr. Muh. Saleh, S.Pd., M.Pd. sebagai moderator. Materi ini memperkuat kesadaran bela negara melalui pengenalan nilai-nilai Pancasila dan semangat rela berkorban demi keutuhan bangsa.

Selain kegiatan di ruang kelas, peserta juga mengikuti outbound bertema “Pluralisme dan Kebinekaan” di Pantai Toronipa pada 26 Oktober 2025. Dalam kegiatan luar ruangan ini, peserta diajak mengikuti permainan edukatif dan reflektif untuk memperkuat kebersamaan serta memahami nilai-nilai toleransi dan solidaritas antar daerah.
Pada sesi outbound tersebut, Letnan Satu La Ode Muh. Ilham, S.Kep., M.M. juga memberikan pembekalan tambahan mengenai “Rencana Aksi Mahasiswa dalam Menguatkan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara”, yang mendorong mahasiswa untuk menerapkan nilai-nilai kebangsaan dalam kegiatan akademik dan sosial di kampus.
Ketua Panitia yang juga Ketua KIPK dan ADik UHO, Dr. Muh. Saleh, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan proses pembentukan karakter dan jati diri mahasiswa agar siap menjadi generasi unggul, berdaya saing, dan berjiwa nasionalis.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar wawasan kebangsaan, tetapi juga berlatih mengimplementasikannya melalui kerja sama, kepemimpinan, dan empati sosial,” ujarnya.
“Kami berharap mereka membawa semangat kebersamaan ini ke lingkungan kampus dan masyarakat sebagai agen perubahan yang menjunjung tinggi nilai Bhinneka Tunggal Ika

Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh Muhammad Adi Berti, S.H., dengan suasana interaktif dan penuh semangat.
Setiap sesi diakhiri dengan refleksi nilai-nilai kebangsaan serta penandatanganan komitmen mahasiswa untuk menerapkan semangat bela negara dalam kehidupan akademik dan sosial di kampus.
Melalui sinergi antara Kemdiktisaintek, UHO, dan USN Kolaka, program Beasiswa ADik tidak hanya memberikan dukungan pendidikan, tetapi juga menumbuhkan karakter kebangsaan, integritas, dan semangat persatuan.
“Inilah wujud nyata kehadiran negara memastikan setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, tumbuh, dan berkontribusi bagi Indonesia,” tutup Dr. Muh. Saleh.
Kegiatan Pembinaan Wawasan Kebangsaan 2025 ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat dan perguruan tinggi dalam menciptakan pendidikan tinggi yang inklusif, berkeadilan, dan berkarakter kebangsaan, sejalan dengan semangat “Merajut Indonesia dari Pinggiran.”













