Example 728x250
BeritaDaerah

STQH Nasional XXVIII Berakhir Sukses di Kendari, Gubernur Sultra Apresiasi Seluruh Kafilah

165
×

STQH Nasional XXVIII Berakhir Sukses di Kendari, Gubernur Sultra Apresiasi Seluruh Kafilah

Sebarkan artikel ini

KENDARI – Puncak perhelatan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional XXVIII yang digelar di Lapangan Eks MTQ Kendari resmi ditutup dengan suasana meriah dan penuh kekhidmatan. Acara penutupan dihadiri ribuan masyarakat yang memadati arena utama sejak sore hari, menandai berakhirnya satu pekan kegiatan keagamaan terbesar tingkat nasional yang berlangsung di Bumi Anoa, Sulawesi Tenggara.

Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka hadir langsung memimpin penutupan dan menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan STQH Nasional XXVIII.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak serta masyarakat Sulawesi Tenggara yang dengan semangat, keramahan, dan ketulusan mendukung penyelenggaraan STQH Nasional hingga berjalan lancar, tertib, dan sukses,” ujar Gubernur dalam sambutannya.

STQH Nasional XXVIII diikuti 1.027 kafilah dari 38 provinsi se-Indonesia dan berlangsung sejak 11 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan nilai-nilai keagamaan dan persaudaraan umat Islam, di mana para peserta tampil dengan semangat kompetitif namun tetap menjunjung tinggi ukhuwah Islamiah.

Gubernur Andi Sumangerukka juga mengajak masyarakat untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan Hadits tidak hanya sebatas pada pelaksanaan lomba, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga STQH terus melahirkan generasi Qurani yang berakhlak mulia, mencintai kedamaian, dan peduli terhadap lingkungan. Generasi yang tidak hanya pandai membaca, tetapi juga mengamalkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” tambahnya.

Lanjut, Gubernur berharap semangat kebersamaan dan ukhuwah yang terbangun selama kegiatan dapat terus dijaga dan menjadi teladan bagi penyelenggaraan kegiatan keagamaan lainnya di masa mendatang. Ia juga menyampaikan pesan perpisahan kepada seluruh kafilah yang akan kembali ke daerah masing-masing.

“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Sulawesi Tenggara, saya menyampaikan selamat jalan kepada seluruh kafilah dari berbagai provinsi. Semoga perjalanan pulang diberkahi dan selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wata’ala,” tutupnya.

Pada kesempatan tersebut, Provinsi Kalimantan Timur berhasil keluar sebagai juara umum STQH Nasional XXVIII, disusul DKI Jakarta dan Sumatera Selatan di posisi kedua dan ketiga. Sementara itu, Provinsi Sulawesi Tenggara menorehkan prestasi membanggakan dengan menempati peringkat ke-9 nasional.

10 Besar Provinsi Pemenang STQH Nasional XXVIII

1. Kalimantan Timur (Juara Umum), 2. DKI Jakarta, 3. Sumatera Selatan4. Jawa Timur, 5. Riau, 6. Jawa Barat, 7. Sumatera Utara & Kalimantan Selatan (Juara Bersama), 8. Kepulauan Riau, 9. Sulawesi Tenggara, 10. Nusa Tenggara Barat (NTB)

Selain posisi tim, sejumlah kafilah asal Sultra juga berhasil meraih prestasi individu yang mengharumkan nama daerah.

Muh. Ammar Al Gazali – Qari Terbaik II Golongan Anak-anak

Muh. Rifaldi Almunawar Syamsu – Hafizh Terbaik II Golongan 10 Juz

As. Syifa Insani Kamila – Hafizhah Terbaik II Golongan 20 Juz

Muh. Hijir Ismail – Hafizh Harapan III Golongan 20 Juz

Muh. Fawwaz Ridhotullah – Muhaddits Harapan I Golongan 500 Hadits Tanpa Sanad

Prestasi tersebut menjadi bukti keberhasilan pembinaan keagamaan di Sulawesi Tenggara serta semangat generasi muda dalam meneladani nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadits.

Sementara itu, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., yang hadir mewakili Menteri Agama, turut memberikan apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Provinsi Sultra menjadi tuan rumah yang ramah dan tertib.

“Apresiasi kami sampaikan kepada Gubernur, Wakil Gubernur, dan seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Penyelenggaraan STQH Nasional XXVIII di Kendari sungguh luar biasa dan menjadi contoh bagi provinsi lain,” ujar Dirjen Bimas Islam.

Ia berharap semangat syiar Al-Qur’an yang tumbuh selama kegiatan ini tidak berhenti di arena lomba, tetapi terus diamalkan oleh masyarakat Sultra dan menjadi kekuatan spiritual bagi pembangunan daerah.