Example 728x250
BeritaDaerah

Pemkab Konawe Utara Gelar Rakor Optimalisasi PAD, Bupati Ikbar Tekankan Sinergi Lintas OPD

84
×

Pemkab Konawe Utara Gelar Rakor Optimalisasi PAD, Bupati Ikbar Tekankan Sinergi Lintas OPD

Sebarkan artikel ini

Konawe Utara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Utara terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Rapat Koordinasi (Rakor) Optimalisasi Pemungutan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digelar pada Rabu (24/9/2025) di Ruang Wakil Bupati Konawe Utara.

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, S.H., M.H., didampingi Wakil Bupati, H. Abuhaera, S.Sos., M.Si. Hadir pula Sekretaris Daerah Dr. Safruddin, S.Pd., M.Pd., para asisten, staf ahli, serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kehadiran jajaran pimpinan ini menjadi bukti bahwa penguatan PAD adalah agenda serius yang membutuhkan sinergi lintas sektor.

Dalam sambutannya, Bupati Ikbar menegaskan bahwa PAD merupakan salah satu instrumen vital yang menentukan keberlangsungan pembangunan daerah. Menurutnya, tanpa adanya peningkatan PAD, program pembangunan tidak dapat dijalankan secara optimal karena ketergantungan hanya pada dana transfer dari pemerintah pusat.

“PAD adalah urat nadi pembangunan daerah. Kita tidak bisa hanya bergantung pada dana transfer pusat. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh perangkat daerah untuk bekerja lebih kreatif, inovatif, dan disiplin dalam menggali potensi yang ada. Semua OPD harus berperan aktif dalam mendukung peningkatan PAD,” ujar Ikbar.

Lebih jauh, Bupati menekankan pentingnya penerapan sistem pemungutan yang transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi yang berlaku. Ia menilai kepercayaan publik merupakan modal penting dalam mendorong partisipasi masyarakat untuk taat membayar pajak maupun retribusi.

“Kita harus memastikan bahwa setiap rupiah yang menjadi hak daerah dapat dipungut secara tepat, transparan, dan sesuai ketentuan. Pengelolaan PAD harus bersih dan dapat dipertanggungjawabkan, karena hanya dengan cara itu masyarakat akan percaya dan mau terlibat aktif dalam mendukung pembangunan,” tegasnya.

Ikbar juga mendorong seluruh OPD untuk tidak berhenti pada pola lama, melainkan berani menetapkan strategi baru dalam menggali potensi daerah. Salah satunya dengan pemanfaatan teknologi digital yang dapat meningkatkan efisiensi pemungutan sekaligus mempersempit ruang terjadinya kebocoran penerimaan.

“Saya berharap rakor ini tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi benar-benar menghasilkan rumusan kebijakan dan target yang jelas. Kita harus berani menetapkan strategi baru, misalnya dengan memanfaatkan teknologi digital dalam pemungutan pajak dan retribusi, agar lebih efektif dan transparan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati H. Abuhaera dalam arahannya menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dan komitmen bersama dalam mengoptimalkan setiap potensi PAD. Menurutnya, kerja sama antar-OPD adalah kunci keberhasilan dalam mencapai target penerimaan daerah.

“Kerja sama antar-OPD adalah kunci. Dengan sinergi yang baik, target PAD yang kita tetapkan bukan hanya tercapai, tetapi bahkan bisa melampaui. Kita harus saling mendukung dan menghilangkan ego sektoral agar program peningkatan PAD berjalan dengan maksimal,” kata Abuhaera.

Rakor tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan pemaparan rencana kerja dari masing-masing OPD. Dalam sesi ini, setiap perangkat daerah diminta menyajikan potensi sektor yang dapat dikembangkan untuk menyumbang PAD. Potensi tersebut meliputi pajak daerah, retribusi jasa, pengelolaan aset daerah, hingga peluang investasi baru yang dapat dikelola secara berkelanjutan.

Melalui forum ini, Pemkab Konawe Utara berharap muncul terobosan dan kebijakan strategis yang mampu mempercepat peningkatan PAD. Selain itu, rakor juga menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat komitmen bersama, sehingga arah pembangunan daerah tidak lagi bergantung sepenuhnya pada dana transfer pusat, tetapi semakin mandiri dan berdaya saing.

Bupati Ikbar menutup arahannya dengan menegaskan kembali bahwa peningkatan PAD bukan hanya angka dalam laporan keuangan, melainkan cerminan dari kemandirian daerah dalam membiayai pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pendapatan asli daerah adalah kekuatan kita untuk berdiri tegak sebagai daerah yang mandiri. Jika PAD kita kuat, maka seluruh program pembangunan mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakatakan berjalan lebih baik. Dan pada akhirnya, semua itu bermuara pada kesejahteraan rakyat Konawe Utara,” tutupnya.

Dengan adanya sinergi lintas sektor yang digagas melalui rakor ini, Pemkab Konawe Utara optimistis target PAD dapat tercapai, bahkan melampaui yang sudah ditetapkan. Pemerintah daerah pun berharap, hasil dari pertemuan ini menjadi pijakan nyata untuk mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan masyarakat.