Example 728x250
BeritaDaerah

Gubernur Sultra Ikut Tanam Pohon Serentak di Lapas Kendari, Salurkan Bantuan untuk Warga Binaan dan Masyarakat

95
×

Gubernur Sultra Ikut Tanam Pohon Serentak di Lapas Kendari, Salurkan Bantuan untuk Warga Binaan dan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, turut hadir sekaligus ambil bagian dalam kegiatan penanaman pohon kelapa serentak yang digagas Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Selasa (9/9/2025).

Kegiatan bertajuk Penanaman Pohon Kelapa Serentak Nasional ini diselenggarakan di seluruh Indonesia dengan tujuan memperkuat program ketahanan pangan, meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan hidup, serta mendorong kemandirian di lingkup lembaga pemasyarakatan. Di Sulawesi Tenggara, pelaksanaan dipusatkan di Lahan Pertanian Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Kendari.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Sumangerukka tidak hanya ikut menanam pohon bersama jajaran Kementerian Hukum dan HAM, tetapi juga menyalurkan bantuan sosial. Sebanyak 1.000 nasi kotak dibagikan kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP), sementara 30 paket sembako disalurkan untuk masyarakat kurang mampu di sekitar Lapas Kendari. Kehadiran Gubernur beserta jajaran Pemerintah Provinsi Sultra disambut hangat baik oleh pihak Lapas maupun masyarakat penerima manfaat.

Gubernur Sumangerukka menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan contoh nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terlaksananya kegiatan ini. Semoga bantuan yang kita salurkan hari ini menjadi pemicu optimisme, memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, serta menjadi langkah konkret menuju sinergi pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Lebih jauh, Gubernur menilai bahwa penanaman pohon kelapa memiliki nilai strategis tidak hanya dari sisi lingkungan, tetapi juga ekonomi. Kelapa merupakan komoditas perkebunan yang bisa diolah menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II Kendari menjelaskan bahwa lahan SAE dijadikan ruang pembinaan produktif bagi warga binaan. Melalui program pertanian, para WBP diberikan kesempatan mengasah keterampilan bercocok tanam, mengelola lahan, hingga mengembangkan produk hasil pertanian. Keterampilan ini diharapkan dapat menjadi bekal positif ketika mereka kembali ke masyarakat.

“Dengan adanya program ini, warga binaan tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga mendapat kesempatan untuk belajar dan berkontribusi. Penanaman pohon kelapa hari ini akan menjadi bagian dari warisan produktif yang manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi Pemprov Sultra dalam menegaskan dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat, terutama yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan sosial. Kehadiran langsung Gubernur di lapangan menandakan komitmen kuat pemerintah daerah untuk membangun solidaritas sosial, memperkuat ketahanan pangan, serta mengedepankan pembangunan yang ramah lingkungan.

Masyarakat penerima bantuan sosial pun menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah. Bagi mereka, paket sembako maupun nasi kotak yang dibagikan menjadi bentuk kepedulian yang nyata di tengah situasi ekonomi yang tidak selalu mudah.

Penanaman pohon kelapa serentak di Lapas Kendari akhirnya ditutup dengan doa bersama dan komitmen untuk menjaga serta merawat bibit yang telah ditanam. Harapannya, ribuan pohon yang ditanam di seluruh Indonesia pada hari itu dapat tumbuh subur dan memberi manfaat jangka panjang, baik bagi warga binaan, masyarakat sekitar, maupun generasi mendatang.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur dan kebijakan, tetapi juga menyangkut kepedulian, gotong royong, dan keberlanjutan. Melalui momentum ini, Pemprov Sultra di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka meneguhkan arah pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat serta kelestarian lingkungan.