Example 728x250
BeritaDaerah

Sapi Masuk Puskesmas Tiworo Utara, Warga dan Nakes Bantah Isu Pelayanan Buruk

784
×

Sapi Masuk Puskesmas Tiworo Utara, Warga dan Nakes Bantah Isu Pelayanan Buruk

Sebarkan artikel ini

MUNA BARAT – Peristiwa unik terjadi di Puskesmas Tiworo Utara pada Rabu malam (13/8/2025) sekitar pukul 21.59 WITA. Empat ekor sapi tiba-tiba masuk dari pintu belakang hingga ke ruang gudang puskesmas. Namun, dari kejadian tersebut hanya dua ekor sapi yang sempat terfoto oleh petugas.

Saat kejadian, tenaga kesehatan (nakes) sedang sibuk memberikan pelayanan kepada seorang pasien asal Desa Wanseriwu yang baru tiba pukul 21.58 WITA dengan kondisi muntah-muntah dan lemas. “Pintu gudang belakang memang lupa dikunci. Saat itu kami fokus menangani pasien di UGD, bukan menjaga sapi. Apalagi sudah larut malam,” ujar salah seorang perawat.

Ia menambahkan, peristiwa sapi masuk ke halaman puskesmas sebenarnya sudah sering terjadi pada siang hari. Namun baru kali ini terjadi pada malam hari. “Kami piket tiga shift dan stanby 24 jam untuk melayani pasien. Jadi tuduhan di media sosial yang menyebut pelayanan kami kurang baik itu tidak benar. Berita yang beredar di Facebook bisa dikatakan hoaks,” tegasnya.

Seorang warga Desa Tondasi, Jamaluddin, yang ditemui di pangkalan ojek nelayan pada Jumat (15/8/2025) juga memberikan kesaksian positif. “Saya pernah berobat di puskesmas, dilayani dengan baik, cepat, dan ramah. Alhamdulillah saya puas. Saya kira semua pasien mendapat pelayanan yang sama,” ungkapnya.

Kepala Puskesmas Tondasi, Sitti Norma. S.Tr.Keb, pun angkat bicara terkait isu yang beredar di media sosial. Menurutnya, berita tersebut muncul tanpa konfirmasi kepada pihak puskesmas maupun peninjauan langsung di lokasi kejadian.

“Memang benar pada pukul 21.59 WITA ada sapi masuk ke gudang puskesmas, sementara petugas sedang melayani pasien di UGD, termasuk pasien yang hendak dirujuk ke RS Raha untuk persalinan. Hampir tiap hari sapi berkeliaran di sekitar puskesmas dan petugas kebersihan membersihkan kotorannya tiap pagi. Kami sudah berulang kali menyuarakan hal ini, tapi penertiban ternak tidak juga dilakukan,” jelasnya.

Ia menambahkan, seharusnya pemilik sapi yang disorot, bukan justru menyalahkan tenaga kesehatan. “Nakes itu tugasnya melayani pasien siang dan malam, bukan menjaga sapi tengah malam. Sementara pemilik sapinya tidur nyenyak di rumah,” pungkas Kapus.