Example 728x250
BeritaDaerah

Api Perjuangan Tak Pernah Padam: Gubernur Sultra Hadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Watubangga

528
×

Api Perjuangan Tak Pernah Padam: Gubernur Sultra Hadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Watubangga

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menghadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

KENDARI – Tepat tengah malam, Minggu (17/8/2025), suasana hening menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Watubangga, Kota Kendari. Ribuan jiwa bangsa seolah kembali diingatkan pada makna kemerdekaan saat Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menghadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Upacara sakral ini menjadi salah satu momen paling khidmat dalam rangkaian peringatan kemerdekaan. Bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan juga ruang kontemplasi bagi seluruh hadirin untuk menundukkan kepala dan menyelami kembali pengorbanan para pahlawan yang telah berjuang demi merah putih.

Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, dipercaya sebagai inspektur upacara. Dengan suara yang tenang namun penuh wibawa, ia membacakan naskah renungan di hadapan para peserta. Saat itu, seluruh lampu di kompleks pemakaman dipadamkan. Hanya sinar rembulan dan nyala obor yang menemani, menciptakan atmosfer hening dan penuh haru.

“Para pahlawan telah mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan bangsa. Malam ini, kita berkumpul untuk menyatakan tekad menjaga dan mengisi kemerdekaan yang diwariskan,” ucap Kapolda dalam renungannya.

Keheningan itu seketika menembus relung hati, mengingatkan generasi hari ini agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.

Selain Gubernur Sultra, tampak hadir Wakil Gubernur Ir. Hugua, Danrem 143/HO Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto, Sekretaris Daerah Provinsi Sultra Drs. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Personel TNI-Polri turut serta berdiri dalam barisan, memberi penghormatan kepada para pahlawan yang gugur di medan juang.

Rangkaian apel kehormatan dan renungan ini menjadi wujud nyata persatuan unsur pemerintah daerah, TNI, dan Polri bersama masyarakat dalam menjaga warisan kemerdekaan.

TMP Watubangga bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir, tetapi juga monumen hidup yang menyimpan kisah heroik. Di tanah suci ini, bersemayam 66 pejuang dan 6 tentara rakyat yang gugur memperjuangkan tanah air. Nama mereka memang terukir di batu nisan, tetapi semangatnya tetap abadi dalam perjalanan bangsa.

Penyalaan lilin di pusara para pahlawan menjadi penutup upacara. Satu per satu api kecil menyala, melambangkan bahwa semangat perjuangan tidak akan pernah padam. Cahaya itu juga menjadi pengingat, bahwa tugas generasi penerus bukan hanya menjaga, tetapi juga mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata.

Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan, apel kehormatan dan renungan suci ini adalah momentum penting untuk menanamkan nilai patriotisme kepada generasi muda Sulawesi Tenggara. Menurutnya, tanpa pengorbanan para pejuang, bangsa ini tidak mungkin bisa berdiri tegak seperti sekarang.

“Ini bukan hanya tentang mengenang, tetapi juga tentang melanjutkan perjuangan dengan cara yang berbeda. Jika dulu pahlawan berjuang dengan senjata, kini kita berjuang dengan ilmu, inovasi, dan kerja keras demi kemajuan daerah dan bangsa,” tegasnya.

Pelaksanaan apel kehormatan tepat pukul 00.00 WITA menjadi simbol dimulainya peringatan detik-detik Proklamasi 17 Agustus 1945. Dari suasana sunyi dan hening itu, semangat kebangsaan kembali dikobarkan untuk menyongsong masa depan Indonesia yang lebih maju.